PLN Alirkan Listrik Desa Terpencil di Asahan

Ilustrasi listrik PLN. (Antara)

Oleh: / PCN | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 19:39 WIB

Asahan - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalirkan listrik ke Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yang masuk kategori desa terpencil.

Dalam kunjungan ke Desa Tomuan Holbung, Asahan, Sabtu, desa tersebut dialiri listrik dari Rayon Tanah Jawa, Rayon Kota Pematang Siantar.

Desa Tomuan Holbung yang sangat terpencil berbatasan dengan Kabupaten Simalungun dan lebih mudah ditempuh dari Kota Pematang Siantar.

Dari Kota Pematang Siantar, Desa Holbung ditempuh dengan jarak 46 km. Namun karena akses jalan yang sangat buruk, termasuk adanya ruas jalan yang longsor, Dusun 1 yang merupakan awal desa itu baru dapat ditemui dengan perjalanan sekitar dua jam.

Sedangkan untuk menempuh ke Dusun 10 yang merupakan ujung Desa Tomuan Holbung harus ditempuh dengan kendaraan besar karena ruas jalan yang sangat buruk.

Tim PLN yang menuju ujung desa itu harus membawa orang yang cukup banyak karena ban kendaraan sering terbenam, apalagi jika baru menerima curah hujan.

"Kondisi medannya sangat sukit. Namun bagi PLN, bagaimana pun sulitnya, akan diupayakan," kata Humas PLN Wilayah Sumut Rudi Artono.

Manejer PLN Rayon Tanah Jawa Jhon Prit Sitorus mengatakan, pembangunan jaringan listrik ke Desa Tomuan Holbung sudah dimulai sejak awal bulan Mei 2017.

Pembangunan tiang listrik menuju desa terpencil itu sempat terkendala karena harus mendapatkan izin penebangan pohon milik PT Sumatera Bakrie Plantation.

Setelah izin dari perusahaan perkebunan itu didapatkan, pihaknya "ngebut" membangun tiang listrik dan kini sudah terpasang sepanjang 29 kilometer sirkuis (KMS).

"Kini, sudah ada 80 kepala keluarga yang mendaftar untuk berlangganan listrik," katanya.

Engineering Construction PLN Sumut Suryanto menjelaskan, dari proses yang dijalankan, aliran listrik itu sudah dimasukkan ke empat dusun yakni Dusun 2, Dusun 3, Dusun 9, dan Dusun 10.

Untuk Dusun 4, Dusun 5, Dusun 6, Dusun 7, dan Dusun 8 belum dialirkan. "Tiang listriknya sudah dibangun, rencananyabdalam waktu dekat, bulan ini juga dialirkan," kata Suryanto.

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada PT Bakrie Sumatera Plantation yang mengizinkan sebagian pohon rambung (karet) miliknya dotebang untuk menjadi lokasi pendirian tiang listrik.

Kepala Desa Tomuan Holbung Daniel Simanjuntak mengatakan, Desa Tomuan Holbung termasuk desa tua yang sudah ada sejak 1923.

"Namun baru sekarang desa ini mendapatkan listrik dari PLN," katanya.

Menurut dia, Desa Tomuan Holbung memiliki predikat sedagai desa tertinggal yang dihuni 450 KK dengan penduduk sekitar 2.300 jiwa.

Selama ini, sebagian warganya memang telah menikmati listrik dengan cara membeli genset. Namun genset itu hanya dimiliki beberapa orang saja.

Genset itu pun hanya mampu dinyalakan hingga pukul 22.00 WIB. Setelah itu menggunakan lampu yang dibuat dari kaleng yang diberikan sumbu untuk dinyalakan.

Pihaknya sangat berterima kasih kepada PLN yang mengabulkan permohonan warga Desa Tomuan Holbung untuk mendapatkan listrik.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT