Pascagempa Tiongkok, 60.000 Orang Dievakuasi

Ilustrasi (Twitter)

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Kamis, 10 Agustus 2017 | 16:30 WIB

Chengdu - Pemerintah Tiongkok mengevakuasi hampir 60.000 orang di daerah pegunungan Provinsi Sichuan pada Rabu (9/8) setelah dilanda gempa berkekuatan 6,5 skala Richter (SR). Hingga Rabu sore, jumlah korban jiwa bertambah menjadi 19 orang, sedangkan jumlah korban luka mencapai 263 orang.

Kantor berita resmi Xinhua yang mengutip pejabat setempat menyebut gempa tersebut menewaskan setidaknya 19 orang dan melukai sedikitnya 263 orang. Sebanyak 10 di antara korban luka dalam kondisi cedera serius. Dua warga asing, yakni satu warga pria Prancis dan wanita Kanada, termasuk di antara korban yang terluka.

Pada Selasa (8/8) malam, gempa berkekuatan 6,5 skala Richter melanda provinsi Sichuan. Gempa mengakibatkan retakan di jalan raya pegunungan, memicu tanah longsor, merusak bangunan, dan membuat penduduk panik dan wisatawan melarikan diri ke tempat terbuka.

Hingga Rabu (9/8) sore, pemerintah provinsi menyatakan sebagian besar wisatawan telah dievakuasi. Sebagian besar terdampar di sebuah taman nasional yang populer di dekat pusat gempa. Mereka terpaksa menghabiskan malam di tempat terbuka karena lebih dari 1.000 gempa susulan mengguncang di seluruh wilayah tersebut. Gempa yang paling kuat mencapai 4,8 SR pada Rabu pagi.

Presiden Xi Jinping telah menyerukan seluruh upaya agar bantuan dapat dikerahkan dan menyelamatkan yang korban terluka dalam gempa Sichuan. Ratusan tentara dan petugas penyelamatan telah dikirim ke daerah Jiuzhaigou, bersama dengan ratusan kendaraan, dan puluhan anjing pelacak dan alat yang digunakan untuk mendeteksi kehidupan di bawah puing-puing.

Pusat gempa berada di dekat Jiuzhaigou, yakni taman nasional dan Situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal dengan batu alam, air terjun dan danau karst. Xinhua menyatakan setidaknya lima kasus kematian terjadi di sana, dan lebih dari 30.000 orang telah dievakuasi hanya dari wilayah Jiuzhaigou.

"Hampir semua wisatawan dievakuasi. Kami tidur semalam di bus wisata dan telah tinggal di tempat terbuka. Tanah longsor sangat buruk, batu terus terjatuh," kata seorang pekerja tur perusahaan Jiuzhaigou yang hanya memberikan nama keluarganya, Yan, kepada AFP melalui telepon.

Menurut Survei geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS, gempa tersebut melanda kedalaman 10 kilometer di bawah tanah. Kekuatan gempa cukup besar karena getarannya terasa hingga ratusan kilometer dari pusat gempa. Gempa dangkal cenderung menyebabkan kerusakan permukaan lebih banyak.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT