Menkop dan UKM Resmikan Aplikasi Ekonomi Pancasila

Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Ngurah Puspayoga. (istimewa)

Oleh: Siprianus Edi Hardum / EHD | Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:45 WIB

Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Puspayoga meresmikan H G Smart (Hi Go Smart) yang merupakan aplikasi dengan konten nilai-nilai kebangsaan dan ekonomi Pancasila, di Cluster Melia Garden Serpong Utara Tangerang Selatan, Kamis (17/8) sebagaimana dalam keterangan persnya, Jumat (18/8) pagi.

Ikut hadir dalam acara itu, Deputi Bidang Kelembagaan Kemkop dan UKM, Meliadi Sembiring dan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie. "Ekonomi Pancasila tidak lain adalah koperasi, dan itu yang harus kita tanamkan pada generasi muda, yang sekarang tidak lepas dari gadget," kata Puspayoga.

Menurut Puspayoga, HG Smart yang dibuat Hary Gagarin yang juga dikenal sebagai wartawan itu merupakan aplikasi yang cerdas dan smart, mengingat saat ini nilai-nilai kebangsaan dan ekonomi Pancasila tengah
diuji ketahanannya.

Karena itu, ia mengingatkan, tugas para founder aplikasi selanjutnya adalah mensosialisasikan kepada masyarakat luas terutama melalui gadget, dengan data-data yang otentik dan menarik. “Kalau tidak begitu maka akan mati sendiri aplikasi ini," tegasnya.

Founder HG Smart, Hary Gagarin mengatakan aplikasi ini bisa dibilang terobosan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan ekonomi Pancasila, terutama di kalangan generasi muda. "Tinggal di-download aja di playstore, maka kita bisa mengetahui seberapa jauh pengetahuan kita tentang nilai kebangsaan maupun ekononi Pancasila atau koperasi," katanya.

Menurut ia, sambutan masyarakat membuatnya surprise, karena hanya dalam tiga minggu masa uji coba, HG Smart sudah mendapatkan penilaian bintang lima di playstore, yang artinya sangat diminati.

Hary menjelaskan, HG Smart berisi pertanyaan-pertanyaan terkait nilai-nilai kebangsaan dan ekononi Pancasila, dimana koperasi adalah lembaga yang paling pas dalam implementasinya atau menerapkannya.

Kota Seribu Koperasi

Sebelumnya Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, meski baru sembilan tahun berdiri, namun perkembangan Tangsel cukup pesat, dengan pertumbuhan ekonomi 7,3 persen atau diatas rata-rata nasional.

Hal itu antara lain karena Tangsel berbatasan dengan pusat-pusat pertumbuhan yaitu Jaksel, Depok, Bogor, Kabupaten Tangerang. Ke depan, Pemda Tangsel mencanangkan kota 1.000 koperasi, dimana diharapkan koperasi bisa menjadi soko guru perekonomian di Tangsel. "Saat ini jumlah koperasi di Tangsel sudah mencapai 616 unit dengan tenaga kerja yang terserap seribu orang di koperasi, sementara jumlah UMKM nya 16.400," kata Benyamin.

Untuk mencapai target 1.000 koperasi itu Pemerintah Kota Tangsel meluncurkan sejumlah program diantaranya fasilitas permodalan pemberdayaan dan dana bergulir, pelatihan pedagang kreatif, dan revitalisasi Serbuk (satu koperasi seribu UMKM) , mendirikan gedung inovasi UMKM dan memanfaatkan medsos bekerja sama dengan PT Telkom memasarkan produk UMKM Tangsel.

Puspayoga mengapresiasi tinggi atas gagasan kota seribu koperasi ini. "Ini akan saya bawa menjadi percontohan si kota- kota lain dalam mengembangkan koperasi sebagai wujud dari ekonomi Pancasila," pungkas Puspayoga.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT