Umat Katolik Diminta Setop Bangun Gereja yang Megah

Franz Magnis Suseno (Antara)

Oleh: Siprianus Edi Hardum / EHD | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 19:42 WIB

Jakarta - Umat Katolik di Indonesia diminta untuk tidak membangun gereja yang megah yang menghabiskan uang puluhan bahkan ratusan miliar. Pasalnya, gereja yang megah tidak ada hubungannya dengan iman.

"Selain itu, yang paling penting adalah umat Katolik harus bisa memahami kesukaran ekonomi masyarakat Indonesia saat ini," kata rohaniawan Katolik, Franz Magnis Suseno, dalam acara "Konferensi Nasional Umat Katolik Indonesia: Revitalisasi Pancasila" di kampus Atma Jaya Jakarta, Sabtu (12/8).

Menurut Magnis, manusia Pancasilais adalah manusia menerima perbedaan orang lain dan mempunyai rasa empati dan suka tolong kepada yang ingin ditolong. “Saya lihat di Jakarta dan beberapa tempat di Indonesia gereja megah-megah, sementara di sekitar gereja banyak orang miskin,” kata dia.

Hal senada dikatakan analis politik, J Kristiadi. Ia mengatakan, manusia Pancasilais adalah manusia yang tidak rakus.
Kristiadi meminta seluruh keluarga Katolik Indonesia agar mendidik anak menjadi insan Pancasilais. “Yang perlu ditekankan adalah membentuk watak sejak kecil,” kata dia.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT