Jeremy Thomas Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan

Aktor Jeremy Thomas (Kharina Triananda/BeritaSatu.com)

Oleh: Bayu Marhaenjati / CAH | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 15:49 WIB

Jakarta - Polda Metro Jaya menerima pelimpahan kasus dari Polda Bali, terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang menjerat aktor Jeremy Thomas, karena locus delicti atau lokasi kejadian berada di Jakarta.

Penyidik telah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Alasan pelimpahan karena locus delicti-nya di Jakarta. Ini penyidikan lanjutan, sebelumnya dilakukan penyidik Polda Bali," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu (12/8).

Dikatakannya, penyidik sudah mengirimkan SPDP ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Sudah (kirim SPDP). Kita lengkapi berkas dulu. Bukan bundel dari Bali langsung kita limpahin ke Kejaksaan Tinggi, tidak. Kekurangannya apa kan begitu," ungkapnya.

Menurutnya, status Jeremy sudah menjadi tersangka. "Tidak hafal (kapan ditetapkan sebagai tersangka). Nanti saya cek dulu ya," katanya.

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menjerat Jeremy, bermula dari laporan seorang warga negara Australia bernama Alexander Patrick Morris, di Polda Bali, 7 Oktober 2014 lalu.

Dia melaporkan Jeremy terkait dugaan penipuan aset vila senilai Rp 16 miliar di Ubud, Bali. Kendati vilanya berada di Bali, namun proses dugaan penipuannya terjadi di Jakarta.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT