Trotoar Rampung, Kabel Utilitas di Blok M Tak Boleh Menggantung

"Utilitas" atau "ducting" yang dibangun di bawah trotoar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / JAS | Selasa, 15 Agustus 2017 | 21:52 WIB

Jakarta - Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang membangun trotoar ramah pedestrian dan disabilitas di kawasan Blok M. Yakni sepanjang jalan Melawai, Barito, Mahakam, dan Kyai Maja.

Progres pembangunan trotoar di kawasan Blok M tersebut sudah mencapai 50 persen dari total panjang trotoar tiga kilometer.

Kepala Seksi Perencanaan Prasarana Jalan dan Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Riri Asnita menargetkan pembangunan trotoar di kawasan Blok M akan rampung pada akhir Desember 2017.

"Proses saat ini masih tahap pembangunan. Sekarang baru mencapai 50 persen. Ya kita targetkan selesai akhir tahun ini," kata Riri yang turut hadir dalam kegiatan Pedestrian Site yang digelar ITDP di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (15/8).

Dalam pembangunan trotoar tersebut, pihaknya telah menyediakan boks utilitas di bawah trotoar. Nantinya boks utilitas tersebut digunakan untuk menyimpan kabel-kabel utilitas yang menggantung di atas jalan sepanjang kawasan tersebut.

Adapun boks utilitas yang dibangun berukuran 1,2 x 1,8 meter. Setiap boks utilitas tersebut akan berjarak 20-25 meter antara satu boks di sepanjang tiga kilometer.

Artinya, akan disediakan sekitar 120-150 boks utilitas atau ducting bagi kabel-kabel utilitas tersebut.

"Jarak antara boks utilitas itu sekitar 20-25 meter. Dengan kedalaman 2,3 sampai 2,5 meter. Nanti di dalamnya ada boring setinggi 1,4 meter untuk tempat menaruh kabel utilitas dan juga memudahkan pekerja melakukan perbaikan di dalam tanpa harus menggali jalan. Jadi nantinya, tidak ada lagi pekerjaan gali tanah untuk memperbaiki jaringan utilitas," jelasnya.

Ketika pembangunan trotoar selesai pada Desember 2017, maka pemilik jaringan utilitas diberikan tenggang waktu untuk memindahkan kabel utilitas yang berada di atas jalan ke dalam boks utilitas.

Tenggang waktu yang diberikan Dinas Bina Marga adalah 6-12 bulan sejak pembangunan trotoar rampung. Kalau dalam rentang waktu itu tidak dilakukan pemindahan, maka pihaknya akan melakukan pemangkasan kabel utilitas tersebut.

"Kami berikan waktu sampai satu tahun untuk memindahkan kabel utilitas di atas jalan ke boks. Tetapi kalau tidak, ya terpaksa akan kami pangkas sendiri. Jadi tahun 2018, enggak ada lagi terlihat kabel-kabel menggantung di kawasan Blok M," terangnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT