Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud Resahkan Warga

Ratusan warta Desa Sukajaya mendatangi Pondok Pesantren Ibnu Masud di Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Kamis (17/8). (B1/Vento Saudale)

Oleh: Vento Saudale / AB | Kamis, 17 Agustus 2017 | 20:07 WIB

Bogor - Warga Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, dipertemukan dengan Yayasan Ibnu Mas'ud didampingi perangkat daerah, Kepolisian, dan TNI. Pertemuan itu digelar setelah terjadi pembakaran umbul-umbul merah putih di depan pondok pesantren (ponpes) yang dikelola yayasan tersebut, Rabu (16/8) malam. Warga marah karena tindakan tersebut.

Mediasi antara waga dengan pihak ponpes dilakukan Kamis (17/8) sore. Salah seorang warga yang mengikuti mediasi, Wahyu mengatakan dalam pertemuan tersebut disepakati aktivitas ponpes dihentikan.

"Intinya, warga minta ponpes Ibnu Masud tidak ada lagi di Sukajaya. Keberadaan ponpes meresahkan masyarakat di sini," katanya.

Menurutnya, sebagian besar penghuni ponpes, baik pengurus dan para santri, merupakan warga dari luar Bogor. Aktivitas ponpes juga sangat tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga.

"Setiap pengatan 17-an, warga sudah sering mengingatkan agar pengurus untuk memasang bendera atau ikut serta memperingati hari kemerdekaan. Namun, mereka menolak. Mereka beralasan tidak ada keharusan untuk mengikuti dan memasang bendera Merah Putih," kata Wahyu.

Hal tersebut membuat masyarakat berang. "Puncaknya saat terjadi pembakaran bendera kemarin malam. Pokoknya, ponpes itu enggak diterima di desa ini," tegas Wahyu.

Tahun lalu, setelah terjadi serangan bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud sempat digeledah Tim Densus 88 Antiteror. Salah satu pelaku bom bunuh diri, yakni Sunakim alias Afif dikabarkan sempat beberapa saat berada ponpes tersebut.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT