Kasus Pembakaran Umbul-umbul Merah Putih

Aktivitas Pondok Pesantren Ibnu Mas'ud Dihentikan

Puluhan orang dibawa polisi dari Pondok Pesantren Ibnu Masud di Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Kamis 17 Agustus 2017. (B1/Vento Saudale)

Oleh: Vento Saudale / AB | Kamis, 17 Agustus 2017 | 21:36 WIB

Bogor - Kasus pembakaran umbul-umbul merah putih akhirnya membuat kegiatan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Mas'ud di Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, dihentikan. Warga sepakat memberikan tenggat waktu satu bulan bagi Yayasan Ibnu Masud meninggalkan Sukajaya.

Kepala Desa Sukajaya, Wahyudin Sumardi menyampaikan warga dan pihak Yayasan Ibnu Masud sepakat untuk menghentikan aktivitas di ponpes. Warga Sukajaya diharapkan tetap menjaga kondisi wilayah Bogor agar tetap aman dan terkendali.

"Sudah sepakat, pihak Ibnu Mas'ud akan meninggalkan Sukajaya. Mereka pun meminta waktu satu bulan agar pengurus menyiapkan segala sesuatunya. Yang pasti waktunya hingga 17 Sepetember mendatang," katanya di Bogor, Kamis (17/8).

Menurutnya, Ponpes Ibnu Masud berdiri di wilayah tersebut sejak 2011. Namun, yayasan tersebut tidak tercatat di bagian administrasu desa. "Yayasan itu sudah berdiri sebelum saya jadi kades," katanya.

Dalam kasus tersebut, Kepolisian membawa 23 orang, termasuk dua yang dicurigai melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih pada Rabu (16/8) malam. Mereka dibawa ke Mapolres Bogor.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT