Lippo Gandeng Langham Bangun Hotel di Meikarta

Presiden Meikarta, Ketut Budi Wijaya dan Development Manager Langham Hospitality Group, Celia Lian, menunjukkan naskah kerja sama antara Meikarta dan Langham Hospitality Group, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017. (ID/David Gita Roza)

Oleh: Laila Ramdhini / AB | Jumat, 11 Agustus 2017 | 10:58 WIB

Jakarta - Lippo Group segera membangun dua hotel bertaraf internasional di kota modern terpadu Meikarta. Lippo Group telah menunjuk Langham Hospitality Group untuk mengelola kedua properti tersebut.

Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya mengatakan pembangunan hotel tersebut merupakan upaya Lippo menjadikan Meikarta sebuah kota modern bertaraf internasional dengan infrastruktur terlengkap di Indonesia dan Asia.

“Langham Hospitality Group akan mengoperasikan dan mengelola hotel milik Lippo di Meikarta. Sebagai kota mandiri, Meikarta diharapkan menjadi one stop luxury living dan hotel ini akan melengkapi hospitality di pusat bisnis di Meikarta dan sekitarnya,” kata Ketut seusai menandatangani letter of interest (LoI) dengan Langham di Jakarta, Kamis (10/8).

Dia menjelaskan, LoI ini menandai kerja sama Meikarta dengan Langham Hospitality Group. Setelah menandatangani LoI, Lippo akan mematangkan rencana pembangunan hotel, sehingga komitmen bisa ditingkatkan ke memorandum of understanding (MoU).

“Sekarang ini LoI, nanti dilanjutkan MoU dan kemudian agreement dengan mereka. Investasi belum bisa dihitung, nanti bisa follow up saat MoU. Target kami secepatnya, mungkin akhir tahun ini,” katanya.

Ketut mengungkapkan, pihaknya menggandeng Langham Group Hospitality karena perusahaan operator hotel ini sudah lama berkiprah di bisnis perhotelan kelas dunia. Langham memiliki pengalaman mengelola hotel selama lebih dari 150 tahun, sejak dibukanya hotel pertama mereka di London, Inggris.

“Kami melihat kerja sama ini sangat dibutuhkan. Mereka termasuk operator hotel yang memiliki kualitas yang unik, sehingga akan memberikan warna yang khas di Meikarta,” ujarnya.

Ketut mengatakan pembangunan hotel itu akan dilakukan sejalan dengan pengembangan tahap pertama Meikarta, yang meliputi konstruksi infrastruktur, hunian, dan fasilitas penunjang lainnya.

"Saat ini, Lippo membangun Central Park di Meikarta. Untuk tahap pertama perumahan di Meikarta akan hand over (diserahterimakan) akhir 2018. Tiga tahun berikutnya, kami berharap komunitas akan terbentuk di Meikarta, dengan dilengkapi fasilitas seperti hotel dan sekolah,” ujarnya.

Mendukung MICE
Ketut menjelaskan lebih lanjut, pembangunan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi ini akan berlokasi di wilayah strategis di antara 10 industri besar, yang dilengkapi akses ke fasilitas transportasi terintegrasi dan apartemen modern. Selain itu, ada pusat perbelanjaan mewah serta sekolah-sekolah terbaik dan rumah sakit dengan fasilitas internasional, untuk menunjang kualitas kehidupan berstandar tinggi.

“Kehadiran hotel di Meikarta untuk mendukung aktivitas MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition),” katanya.

Sementara itu, Development Manager Langham Hospitality Group Celia Lian mengatakan ekspansi Langham Hospitality Group di Indonesia merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam upaya ekspansi di Asia.

"Langham Group akan mengelola hotel berbintang lima (upscale) dan hotel luxury di Meikarta. Dengan lokasi yang sangat strategis dan didukung fasilitas bertaraf internasional, kami melihat Meikarta memiliki kapabilitas untuk mendukung perkembangan Langham Group. Kehadiran kami di Meikarta sangat sesuai dengan brand dan pelanggan kami,” kata Celia.

Tingkatkan Perekonomian
Ketut memaparkan sebelumnya, Meikarta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan Provinsi Jawa Barat. Banyaknya investasi yang masuk ke dalam proyek Meikarta akan berpengaruh langsung kepada masyarakat sekitar. Dampak positif proyek Meikarta telah terlihat dari munculnya pedagang-pedagang di sekitar kawasan proyek.

"Proyek Meikarta akan berdampak positif dan luas. Saya lihat banyak sekali pedagang yang muncul, ini juga akan memberikan dampak positif bagi mereka yang tidak langsung bekerja di proyek," ujarnya.

Ketut menuturkan investasi yang masuk ke daerah Lippo Cikarang dan Bekasi pada umumnya begitu besar. Besarnya investasi ini mendongkrak perekonomian daerah maupun nasional.

"Investasi ini sangat bagus untuk daerah Jawa Barat maupun Indonesia. Dan di saat dunia properti sedang lesu, kami mencoba men-trigger kembali agar pasar kembali dinamis," tambahnya.

Ketut menegaskan, Meikarta merupakan pengembangan kota, bukan sekadar pengembangan apartemen, seperti proyek-proyek sebelumnya. Pembangunan kota baru yang lebih indah dari Jakarta ini akan mendukung kegiatan industri di kawasan Cikarang, Bekasi, dan Karawang.

"Ini tentunya akan berkelanjutan. Pada tahap awal, kami akan mengembangkan 300-350 hektare, kemudian hingga 500 hektare, dan akan berkembang menjadi kota mandiri yang mendukung pusat industri di Cikarang, Bekasi, dan Karawang," ujar Ketut.

Meikarta yang menawarkan hunian baru dengan konsep perkotaan yang terintegrasi ini juga ramah lingkungan. Sejalan dengan itu, lanjutnya, Meikarta membangun proyek taman Central Park yang ditargetkan rampung 100 persen tahun ini.

Sebelumnya, founder Lippo Group Mochtar Riady mengatakan para pengembang harus mulai mengubah konsep dari pembangun rumah menjadi pembangun kota, yang memiliki infrastruktur dan berfasilitas baik. Para developer juga sudah saatnya membangun perumahan secara vertikal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa, karena ketersediaan tanah mulai terbatas. Konsep tersebut kini diterapkan Lippo Group dalam pembangunan kota baru Meikarta.

“Developer kini harus mengubah konsep, bukan pembangun rumah, tetapi pembangun kota. Sebagai pembangun kota, maka di situ dia harus menyediakan fasilitas pendidikan, pengobatan, pasar, dan semua kebutuhan hidup masyarakat,” kata Mochtar.

Direktur Humas PT Lippo Karawaci Tbk Danang Kemayan Jati juga menjelaskan Meikarta adalah bagian dari pengembangan Lippo Cikarang yang sudah dimulai pembangunannya sejak pertengahan tahun 1980. Proyek kota baru di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, itu telah mulai tahap konstruksi.

"Lippo Cikarang telah memulai pembangunan kota baru berskala internasional yang bernama Meikarta, dengan total nilai proyek mencapai Rp 278 triliun, dengan Orange County sebagai central business district (CBD). Lokasi kota raksasa Meikarta yang berada di jantung ekonomi Indonesia di koridor timur Jakarta-Bandung ini merupakan bagian pengembangan Lippo Cikarang," imbuhnya.

Ia menjelaskan, dalam proyek Meikarta akan dibangun perumahan, tower, taman, serta sarana lain seperti universitas dengan luas lahan yang disiapkan hingga 500 hektare. Kota baru Meikarta yang dibangun di kawasan yang menghubungkan Jakarta-Cikarang-Bandung tersebut didukung berbagai fasilitas transportasi, yang diharapkan juga bisa menjadi solusi masalah kemacetan Jakarta.

"Meikarta diproyeksikan bisa menjadi Jakarta baru. Sebagai kota mandiri dengan fasilitas terlengkap, Meikarta diharapkan mengurangi beban ibu kota Jakarta. Kota baru yang dikembangkan Lippo Group ini dirancang agar dapat menjadi bagian dari solusi kemacetan dan kepadatan di Jakarta," paparnya.

Kawasan Meikarta didukung fasilitas transportasi yang memadai, di antaranya adalah jalur Jakarta-Cikampek elevated toll dan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Selain itu, Meikarta terhubung dengan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung dan light rail transit (LRT).

"Jalur di koridor timur Jakarta termasuk salah satu ruas jalan yang padat dan sering macet. Pembangunan jalur elevated toll dan tol Becakayu diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas. Ketiadaan pilihan angkutan transportasi lain, selama ini, membuat masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju tempat aktivitas di Jakarta. Sarana transportasi seperti kereta cepat dan LRT yang nantinya menghubungkan Meikarta dan Jakarta diharapkan membuat masyarakat beralih ke transportasi publik," tuturnya.

 

 




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT