Doku Bidik Generasi Milenial

Vice President Marketing DOKU, Ayu Hapsari, menunjukkan konten sistem transaksi online yang mudah diunduh oleh berbagai kalangan. (Beritasatu Photo/Fuska Sani Evani)

Oleh: Fuska Sani Evani / FER | Sabtu, 5 Agustus 2017 | 13:36 WIB

Yogyakarta - Transaksi dengan sistem online (internet) mulai bergeser arti dari sekedar gaya hidup, menuju kebutuhan yang tidak bisa dihindarkan di era digital.

Untuk mempermudah sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman, PT Nusa Satu Inti Artha pun mengembangkan layanan pembayaran elektronik bernama Doku yang dibenamkan dalam ponsel pintar (smartphone).

Public Relations Manager Doku, Anistya Kristina, mengatakan, layanan yang disediakan oleh pihaknya hadir sejak 2007 sebagai payment gateway.

"Melihat tingginya permintaan dan pertumbuhan pengguna, kami melengkapi layanan dengan fasilitas e-wallet. Layanan ini, kemudian mampu memudahkan pengguna untuk bertransaksi secara online meskipun tidak memiliki kartu kredit," kata Anistya di Yogyakarta, Sabtu (5/8).

Saat ini, lanjut dia, Doku lebih banyak digunakan di area Jabodetabek. Setidaknya ada 1,6 juta pengguna yang bekerja sama dengan 25.000 merchant mulai dari segmen korporat, usaha kecil menengah (UKM), startup, sampai online seller perorangan.

Selain mudah diakses melalui situs web, Doku juga dapat diunduh melalui Google Play dan App Store. "Kita juga sudah bekerja sama dengan 15 perbankan nasional," tambahnya.

Dalam workshop Sosialisasi Gerakan Non Tunai di Yogyakarta, Vice President Marketing Doku, Ayu Hapsari, menjelaskan, belanja online atau transaksi bayar beli yang reguler seperti isi pulsa, beli paket data, bayar listrik atau cicilan motor bisa menjadi kendala jika tidak diatur dengan baik.

"Namun, dengan Doku e-wallet, kami berharap dapat memberikan kebebasan bertransaksi bagi pengguna kami. Alokasi dana tiap bulannya menjadi lebih jelas sehingga pengeluaran pun lebih terkontrol," ujarnya.

Tingginya budaya transaksi secara online, menurut Ayu, terlihat dari angka transaksi di Doku yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sejak berdiri tahun 2013 lalu, terjadi peningkatan transaksi yang cukup signifikan. Akhir 2015 lalu, kata Ayu, pihaknya mencatatkan 4,2 juta transaksi. Angka tersebut, lanjut dia, meningkat 50 persen pada tahun 2016.

"Rata-rata transaksi online sekitar dua ratus ribu hingga tiga ratus ribu untuk pembayaran tagihan seperti listrik, angsuran dan lainnya. Saat ini, ada sekitar 1, 6 juta pengguna doku," jelasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT