Wakuliner, Marketplace Kuliner Pertama di Indonesia

Anthony Gunawan Founder and CEO Wakuliner (Kanan) saat soft launching marketplace Wakuliner

Oleh: Emanuel Kure / GOR | Kamis, 10 Agustus 2017 | 00:51 WIB

JAKARTA- Tingginya penetrasi Internet dan pengguna ponsel di Indonesia telah membuka lebar pintu peluang bisnis secara daring seperti kehadiran pemain e-commerce dan marketplace yang semakin banyak di Tanah Air.

Namun, sampai saat ini belum ada marketplace yang khusus berjualan kuliner. Padahal, beberapa kuliner khas Indonesia saat ini sudah banyak dikenal dunia. Hal tersebut tentunya dapat menjadi peluang bisnis yang besar, karena kuliner merupakan kebutuhan primer masyarakat sehari-hari.

Peluang tersebut akhirnya ditangkap oleh Anthony Gunawan yang kini telah mendirikan marketplace Wakuliner. Wakuliner merupakan singkatan dari Wadah Kuliner yang menyediakan beragam jenis kuliner dan dapat diakses melalui aplikasi smartphone yang menggunakan sistem operasi Android dan iOS.

“Konsep marketplace kuliner ini merupakan ide atau inovasi awal kami sendiri dan kebetulan pertama di Indonesia,” kata Anthony Founder dan CEO Wakuliner saat soft launching Wakuliner di Jakarta, Rabu, (9/8).

Menurutnya, Wakuliner juga membuka peluang bagi masyarakat yang berencana membuka usaha kuliner, karena marketplace tersebut mengadopsi sistem C2C (Consumen to Consumen) dan B2C (Business to Bussines). Artinya masyarakat umum dapat membuat toko online dan berjualan melayani masyarakat pada marketplace Wakuliner.

“Kami sudah menyiapkan beragam fitur terbaik untuk memudahkan masyarakat dalam menggunakan aplikasi marketplace Wakuliner, seperti fitur Waku-Antar, Waku-Wiku dan Waku-Katering yang memiliki fungsi masing-masing” ujar Anthony.

Diejlaskan, Waku-Antar adalah fitur pesan-antar. Melalui fitur ini, pelanggan dapat memesan beragam jenis kuliner, mulai dari makanan siap atau cepat saji untuk pengantaran lokal, maupun makanan khas atau snack dari kota-kota lainnya di Indonesia. Wakuliner tidak menyediakan kurir pengantaran, karena penjual akan menerima pesanan langsung dari pelanggan dan mengirimkan pesanan langsung ke pelanggan.

Waku-Wiku adalah fitur wisata-kuliner. Fitur ini dapat memudahkan pelanggan dapat mencari destinasi kuliner atau tempat makan legendaris dan populer di kota-kota pilihan di Indonesia. Pelanggan dapat membaca informasi lengkap (alamat, deskripsi / sejarah, hari jam buka, promosi, menu lengkap), foto-foto lokasi dan makanan, dan review / rating dari pelanggan lainnya. Selain itu, pelanggan juga dapat menelpon destinasi kuliner dan mendapatkan petunjuk arah dengan satu klik saja.

Sedangkan Waku-Katering adalah fitur khusus untuk pengusaha katering yang dapat melayani katering harian maupun katering pada event tertentu. Namun, fitur tersebut saat ini sedang dalam pengembangan tim IT.

Menurut Anthony, aplikasi Wakuliner Merchant juga dapat memudahkan penjual melihat detil pesanan dan info pelanggan pemesan. Selain itu, pelanggan juga akan mendapat laporan dan analytics pada aplikasi Wakuliner.

“Di CMS Merchant tersedia fungsi-fungsi yang berguna untuk upload dan update menu dengan foto, memberi promo diskon, melihat semua histori transaksi, laporan keuangan, dan pembagian komisi untuk Wakuliner,” tambah Anthony.

Anthony optimistis Wakuliner dapat menggaet merchant sebanyak 10.000 merchant yang tersebar di 50 kota di seluruh Indonesia dengan 250.000 pengguna sebelum melakukan grand launching aplikasi tersebut. 

"Saat ini kurang lebih sudah ada sekitar 3.600 merchant yang tersebar di 60 kota, di antaranya Jabodetabek, Bandung, Bali, Solo, Surabaya, Palembang hingga Makassar,” tutup Anthony.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT