Logo BeritaSatu

Penerima Beasiswa LPDP Dilarang Terseret Paham Radikal

Rabu, 11 Maret 2020 | 22:21 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pendidikan anak bangsa. Salah satu upaya adalah dengan memberikan beasiswa pendidikan Indonesia (BPI) melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemko PMK), Agus Sartono, berpesan agar para penerima BPI ini menjadi duta untuk mengharumkan nama bangsa di negeri orang. Salah satu wujudnya adalah tidak ikut-ikutan dalam sebuah gerakan atau organisasi paham radikal. Potensi terpapar paham anti-Pancasila ini terjadi apabila para peserta tidak berhati-hati dalam pergaulan.

“Saat kalian belajar di luar negeri, please hindarkan diri dari mengikuti organisasi radikal. Kalau melakukan itu, maka ketika pulang ke Indonesia akan menyulitkan diri kalian sendiri,” kata Agus Sartono saat memberikan pembekalan kepada penerima BPI tersebut di Kantor Kemko PMK, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Menurut Agus, perdebatan soal Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sudah selesai. Ini eranya untuk anak bangsa mengisi kemerdekaan, menyongsong masa depan, dan memegang tampuk kepemimpinan di republik ini. Tidak lagi diskusi mengapa ada Pancasila dan mengapa NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Jangan punya pikiran untuk mendirikan negara khilafah,” kata Agus.

Sebagai wakil negara, Agus menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi siapa pun yang menggunakan sumber daya negara termasuk anggaran negara untuk melawan negara. Ke depan, seleksi LPDP akan diperketat sehingga apabila ditemukan ada mengarah ke sana, maka haknya sebagai penerima dibatalkan.

“Kalau kalian habiskan waktu dan energi untuk masuk kelompok radikal, maka itu percuma. Tidak usah sekolah,” kata Agus.

Ia juga mengatakan, mereka yang memperoleh BPI LPDP harus bersyukur karena mereka termasuk ke dalam golongan anak yang mampu mengakses pendidikan hingga ke tingkat tinggi. Tidak semua orang punya akses untuk itu.

Karena itu, diharapkan pada penerima BPI menjaga integritas dan budaya bangsa. Salah satu caranya adalah dengan menjaga pergaulan dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Data LPDP menyebutkan, per 31 Desember 2019 dana alokasi pendidikan (DAP) dalam bentuk dana pengembangan pendidikan nasional (DPPN) telah dicairkan sebesar Rp 5 triliun. Salah satunya dicairkan untuk penyaluran BPI.

Pada periode penerimaan 2019, pemerintah memberikan BPI kepada 2.209 orang laki-laki dan 2.462 orang perempuan yang akan melanjutkan studi di dalam dan di luar negeri. Untuk gelombang terbaru BPI, terdapat sebanyak 206 mahasiswa. Mereka termasuk angkatan 160 yang akan berangkat melanjutkan studinya di dalam dan di luar negeri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Rusia


# Roy Suryo


# Tjahjo Kumolo Meninggal


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lukashenko Klaim Belarusia Cegat Serangan Rudal Ukraina

Lukashenko Klaim Belarusia Cegat Serangan Rudal Ukraina

NEWS | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings