Apresiasi Kerja TGPF Penembakan di Intan Jaya, Pengamat: Proses Hukum Harus Transparan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Apresiasi Kerja TGPF Penembakan di Intan Jaya, Pengamat: Proses Hukum Harus Transparan

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 10:25 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat masalah Papua, Adriana Elisabeth mengapresiasi kerja cepat pemerintah dalam kasus penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Papua, dengan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF). Adriana berharap, proses hukum terkait temuan TGPF yang telah disampaikan ke menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan (menko polhukam) itu berlangsung secara transparan.

"Saya menghargai respons cepat pemerintah pusat dalam kasus penembakan pendeta Yeremias, meskipun hasilnya belum bisa menyelesaikan secara tuntas konflik kekerasan yang sudah menahun di Papua terutama di wilayah Pegunungan Tengah," ujar Adriana di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Adriana berharap, pemerintah dan aparta mengungkap dengan jelas pelaku penembakan dan membawa ke jalur hukum, di mana prosesnya harus transparan dan disampaikan kepada publik, terutama kepada keluarga korban.

Temuan TGPF, ujarnya, bisa menjadi langkah awal memulai proses rekonsiliasi di Papua untuk memenuhi rasa keadilan dari pihak korban dan merumuskan pendekatan yang mampu memutus siklus kekerasan yang terus berulang di Papua.

Adriana juga mengomentari soal salah satu temuan TGPF tentang dugaan keterlibatan oknum aparat dalam insiden di Intan Jaya. Menurutnya, kata "dugaan" bermakna bahwa temuan TGPF masih harus dibuktikan kebenarannya.

Namun, ujarnya, dalam konflik bersenjata, aparat keamanan merupakan salah satu aktor kunci dan sangat mungkin menjadi sumber persoalan di area konflik. Aparat keamanan juga bisa melakukan kesalahan dalam tugas, karena pengetahuan dan pengalaman yang kurang mengenai wilayah Papua, terutama tidak memahami sejarah kekerasan dan adat istiadat orang Papua.

"Jiwa besar aparat keamanan harus ditunjukkan dengan konsekuensi menanggung risiko hukum karena kesalahannya, bukan hanya untuk memenuhi aspek formal, namun juga memenuhi aspek kemanusiaan, yaitu mengembalikan rasa percaya kepada komitmen pemerintah pusat dalam memperbaiki kondisi keamanan di Papua," ujarnya.

Ke depan, kata Adriana, setiap sumber kekerasan di Papua, baik dari segi polkam, ekonomi, dan sosial budaya harus diatasi. Harus ada pendekatan baru yang menjamin keamanan dan memenuhi rasa keadilan setiap orang Papua sebagai warga negara Indonesia yang berdaulat.

"Semua elemen di pusat dan daerah harus duduk bersama mencari dan memamahi bersama akar persoalan kekerasan di Papua dan Papua Barat," tuturnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Puluhan Wilayah di Malang Disinyalir Gagal Jadi Desa Digital

Dinas Kominfo Pemkab Malang masih berusaha mendorong provider atau penyedia jasa internet supaya bisa menjangkau kawasan perbukitan pesisir pantai selatan.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

KPU Sumut Belum Terima Rekomendasi Diskualifikasi Paslon

KPU Sumut belum menerima rekomendasi dari Bawaslu untuk mendiskualifikasi pasangan calon yang melanggar aturan selama masa kampanye di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Waduh! Beruang Madu Terjerat di Perkebunan Warga

Setelah satwa liar tersebut pulih dari pengaruh obat bius, tim medis melepasliarkan kembali agar dapat bergabung dengan induk beruang.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Masyarakat Bengkulu Diimbau Tak Kunjungi Tempat Wisata saat Libur Panjang

Masyarakat Bengkulu diimbau tidak berkunjung ke tempat keramaian dan wisata pada saat libur panjang akhir Oktober ini

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Tersangka Penyelundup Ratusan Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Siap Disidang

Total barang bukti yang disita berupa narkotika jenis sabu seberat 119 kilogram hingga 3.000 pil ekstasi.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Permudah Akses Data Bagi DPR, BPK Hadirkan Portal Hasil Pemeriksaan

BPK menghadirkan portal ikhtisar hasil pemeriksaan semester (IHPS) dan laporan hasil pemeriksaan (LHP) untuk mempermudah akses data khususnya bagi DPR RI.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

BPK Gelar Taklimat Awal Pemeriksaan Penanganan Covid-19 di Polda Jateng

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggelar taklimat awal atau entry meeting pemeriksaan kinerja penanganan Covid-19 pada Polri di Markas Polda Jawa Tengah.

NASIONAL | 24 Oktober 2020

Kapolda Jateng: Pelaku Pembakar Wanita dalam Mobil Berhasil Dibekuk

Pelaku berinisial EP (30), merupakan rekan bisnis korban.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

SAI Ghana Serah Terima Penugasan Pemeriksaan IMO kepada BPK

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Supreme Audit Institution (SAI) Ghana telah melaksanakan serah terima penugasan formal pemeriksaan eksternal IMO.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Pendukung Bobby Nasution Diintimidasi

Tensi politik menjelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (pilwakot) Medan, Sumatera Utara (Sumut), kian meningkat.

NASIONAL | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS