Kasus GKI Yasmin Diharapkan Mampu Koreksi Pemerintah
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-6.4)   |   COMPOSITE 4945.79 (-39.24)   |   DBX 931.257 (3.24)   |   I-GRADE 131.318 (-1.79)   |   IDX30 415.488 (-6.92)   |   IDX80 108.562 (-1.33)   |   IDXBUMN20 273.68 (-2.25)   |   IDXG30 115.596 (-1.18)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-6.96)   |   IDXQ30 121.636 (-2.04)   |   IDXSMC-COM 210.245 (0.19)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (0.2)   |   IDXV30 102.795 (-1.19)   |   INFOBANK15 787.375 (-15.3)   |   Investor33 363.773 (-5.92)   |   ISSI 144.695 (-0.44)   |   JII 523.846 (-2.73)   |   JII70 177.783 (-0.58)   |   KOMPAS100 971.12 (-10.68)   |   LQ45 760.321 (-10.32)   |   MBX 1369.12 (-13.17)   |   MNC36 271.592 (-3.83)   |   PEFINDO25 259.811 (2.03)   |   SMInfra18 233.526 (-0.76)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-5.09)   |  

Kasus GKI Yasmin Diharapkan Mampu Koreksi Pemerintah

Selasa, 7 Februari 2012 | 15:41 WIB
Oleh : B1

Dalam kasus GKI Yasmin, keputusan Pemerintah Pusat untuk menyerahkan penyelesaian ke Wali Kota Bogor justru dimanfaatkan oleh yang bersangkutan untuk melakukan pembangkangan dan penelikungan hukum.

Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari, berharap rapat koordinasi di DPR soal GKI Yasmin, yang akan dilangsungkan Rabu (8/2) besok, dapat menghasilkan keputusan untuk mengkoreksi perilaku Pemerintah Pusat. Pasalnya, keputusan Pemerintah Pusat kerap menjadi penyebab munculnya konflik-konflik beragama dan sosial di daerah.

Sebagaimana penelitian sebuah lembaga penelitian dan pengembangan lokal, kata Eva, ditemukan bahwa tiadanya konsistensi dan ketegasan Pemerintah Pusat justru menjadi penyebab rendahnya wibawa negara, sehingga muncul tindakan anarkis kelompok-kelompok masyarakat di banyak daerah.

Sebagai contoh, dalam kasus GKI Yasmin, keputusan Pemerintah Pusat untuk menyerahkan penyelesaian ke Wali Kota Bogor justru dimanfaatkan oleh yang bersangkutan untuk melakukan pembangkangan dan penelikungan hukum.

"Akibatnya sekelompok WNI terampas hak beribadahnya. Sementara di UU Otonomi Daerah, soal hukum dan agama bukan wewenang Pusat yang diberikan ke daerah," kata Eva, di Jakarta, Selasa (7/2).

Dia melanjutkan bahwa tidak ada pilihan lain bagi Pemerintah kecuali memerintahkan Wali Kota Bogor agar mentaati putusan Mahkamah Agung yang mengamanatkan ijin pembangunan gereja GKI Yasmin.

Menurutnya, Pemerintah Pusat harus membuktikan pernyataan Presiden bahwa hukum adalah panglima di republik ini."Negara tidak boleh kalah oleh premanisme, baik yang dilakukan birokrat maupun ormas," tandas Eva.

BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pascapenertiban Warga Tanah Merah, Kantor Kemendagri Dijaga Ketat

Aparat kepolisian berjaga-jaga di luar dan di dalam halaman kantor Kemdagri. Sementara aparat Satpol PP bersiaga di bagian luar gedung.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2012

Rekonstruksi 'Xenia Maut' di Diskotek Stadium Diduga Digelar Tertutup

Seorang pedagang minuman di depan Stadium, Andi S mengatakan, dirinya melihat rombongan yang diduga penyidik, datang sekitar pukul 11.00 WIB. Selain mengenakan pakaian bebas, penyidik juga tidak menggunakan mobil patroli.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2012

Tes Kejiwaan Afriyani Ditargetkan Selesai Hari Ini

"Kami berharap, pemeriksaan tim kejiwaan berakhir hari ini. Memang seharusnya sudah selesai, namun kami belum tahu apakah akan ada pemeriksaan lanjutan atau tidak."

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2012

10 Tahanan Polsek Cempaka Putih Masih Buron

"Saat ini pihaknya melakukan pengejaran dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat menuju daerah-daerah yang diduga menjadi tempat pelarian."

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2012

Tahanan Polsek Cempaka Putih Rencanakan Kabur Sepekan Lalu

"Diduga dalam sepekan belakangan, mereka sudah mulai menggergaji secara perlahan, namun pasti."

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2012

12 Tahanan Kabur Sempat Ikat Penjaga Warung

"Kejadian jam dua malam. Tahanan, melompat usai membobol teralis jendela kamar mandi ruang tahanan dengan gergaji. Di bawah luar ruang tahanan, berbatasan dengan warung makan. Di sana para tahanan menyergap salah satu penjaga warung, Usup Suhendar yang masih terjaga. Kemudian kabur lewat warung."

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2012

Tahanan Diduga Dapat Gergaji dari Pembesuk

Hanya saja, polisi masih menelusuri bagaimana para tahanan dapat dengan mudah membawa masuk gergaji, kunci pas dan obeng ke dalam bui.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2012

Ini Nama 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih

Dalam menjalankan aksinya, para tahanan membuka keran bak air mandi, sehingga petugas tak dapat mendengar gesekan gergaji.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2012

2 Tahanan Polres Cempaka Putih Berhasil Ditangkap

Yaitu tahanan berinisial A di Margahayu, Bekasi, Jawa Barat dan A di Tanjung Priok.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2012

12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Kabur

"Tahanan menggergaji teralis pada lubang angin di atas bak mandi,"

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS