Logo BeritaSatu

Triwulan II 2020, Jumlah Penduduk Miskin Diprediksi Lampaui 5,1 Juta

Kamis, 16 Juli 2020 | 15:44 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom CORE Indonesia (Center of Reform on Economics,) Akhmad Akbar Susamto, memprediksi jumlah penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan pada triwulan II 2020 akan melampaui 5,1 juta orang.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2020 tercatat sebanyak 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019 dan meningkat 1,28 juta orang terhadap Maret 2019.

Advertisement

Pemerintah Indonesia juga telah memperkirakan jumlah penduduk miskin pada 2020 akan meningkat akibat pandemi virus corona (Covid-19), berkisar antara 3,2 juta orang hingga 5,71 juta orang.

Menurut Akhmad Akbar Susamto, data kemiskinan terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menggambarkan pandemi Covid-19 memberi dampak yang sangat besar dalam meningkatkan angka kemiskinan.

“Data BPS ini menunjukkan Covid-19 itu arahnya memang meningkatkan angka kemiskinan. Di bulan Maret saja sudah meningkat, apalagi sampai akhir Juni 2020,” ujar Akhmad Akbar Susamto.

Dia menjelaskan, penambahan jumlah penduduk miskin pada triwulan II 2020, terutama dari masyarakat golongan rentan dan hampir miskin yang umumnya bekerja di sektor informal dan sangat bergantung pada bantuan-bantuan pemerintah.

Hal itu disebabkan banyak diantara pekerja sektor informal yang kehilangan pekerjaana akibat dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), meskipun pemeritah sudah mulai mengizinkan pembukaan kegiatan bisnis sejak pertengahan Mei 2020.

“Apalagi, jika bantuan sosial yang diberikan pemerintah tidak mencukupi atau datang terlambat, golongan rentan dan hampir miskin akan semakin banyak yang jatuh ke bawah garis kemiskinan. Jadi pemerintah harus cepat dan tepat dalam menyalurkan bantuan sosial,” ujar Akhmad Akbar Susamto, kepada Beritasatu.com, Rabu (15/7/2020).

Untuk menekan angka kemiskinan agar tidak semakin tinggi, Akhmad mengatakan, pemerintah harus serius dalam mengimplementasikan program-program bantuan sosial untuk rakyat miskin, mengingat realisasinya masih rendah.

Selain itu, pemerintah juga harus mengantisipasi lonjakan angka kemiskinan akibat pandemi yang diperkirakan akan lebih besar dibandingkan dengan jumlah bantuan sosial yang disiapkan pemerintah saat ini.

Akhmad Akbar Susamto menegaskan, pemerintah juga perlu mengintegrasikan penyaluran Bantuan Sosial sehingga menjadi lebih sederhana, melakukan penyeragaman nilai bantuan, di samping terus melakukan pemutakhiran data penerima Bantuan Sosial.

Beban pengeluaran masyarakat khususnya masyarakat miskin dan hampir miskin juga harus disusbsidi atau diturunkan, terutama dengan menurunkan biaya-biaya yang dikontrol pemerintah (administered prices).

“Caranya bisa dengan menurunkan harga BBM, menambah jumlah rumah tangga penerima diskon pemotongan tarif listrik sehingga mencakup minimal seluruh pelanggan 900VA, hingga menurunkan harga LPG tiga kilogram yang kebanyakan dikonsumsi oleh masyarakat menengah bawah,” ujar Akhmad Akbar Susamto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bank Indonesia: Utang Luar Negeri Indonesia Menyusut

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal II-2022 turun US$ 9,6 miliar atau sekitar Rp 141 triliun menjadi US$ 403 miliar.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

OneMed Tingkatkan Produksi Alat Kesehatan Anak Bangsa

PT Jayamas Medica Industri (JMI), produsen alat kesehatan dengan brand OneMed hingga Maret 2022 sudah memiliki 3.200 SKU di enam kategori.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

Pagi Ini, Kurs Rupiah Terdepresiasi Tipis ke Rp 14.715

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin (15/8/2022), terpantau melemah ke Rp 14.715.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

IHSG Menguat Tipis, Ekspor Diperkirakan Melambat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,07% ke 7.134,5 pada awal perdagangan hari ini, Senin (15/8/2022).

EKONOMI | 15 Agustus 2022

Bursa Asia Menguat, Data Ekonomi Tiongkok Mengecewakan

Bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini, Senin (15/8/2022). Investor memantau data ekonomi Tiongkok dan Jepang.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

Aplikasi Wirausaha Majoo Dapat Suntikan Dana USD 10 Juta

Aplikasi wirausaha Majoo mengumumkan pendanaan putaran pertama seri A senilai USD 10 juta atau setara dengan Rp 149 miliar.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

Harga Kripto ETH Naik 90% dalam 30 Hari, Dampak dari Merge?

Ethereum telah menorehkan pertumbuhan yang menonjol di antara kripto utama lain, dengan tumbuh 90% dalam 30 hari.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

Tada Meraih 5 Penghargaan Tertinggi Tingkat Asia Pasifik

Tada, penyedia solusi dan platform Loyalty & Rewards di Indonesia, meraih 5 penghargaan tertinggi di tingkat Asia Pasifik. 

EKONOMI | 14 Agustus 2022

IPO, Black Diamond Resources Bidik Dana Segar Rp 227 Miliar

Calon emiten batu bara, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) bersiap menggelar Initial Public Offering (IPO) dengan mengincar dana Rp 227,50 miliar.

EKONOMI | 14 Agustus 2022

IISIA Apresiasi Gebrakan Mendag Sita Baja Impor Asal Tiongkok

Aosiasi Industri Baja Indonesia (IISIA) mengapresiasi upaya Kemendag dalam menindak pelaku impor baja yang melanggar aturan.

EKONOMI | 14 Agustus 2022


TAG POPULER

# Carlo Ancelotti


# Cacar Monyet


# Man City


# Parsindo


# Korea Utara


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rabu, DKI Gelar Upacara Peringatan HUT RI di Monas

Rabu, DKI Gelar Upacara Peringatan HUT RI di Monas

NEWS | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings