Logo BeritaSatu

Penduduk Miskin Makin Banyak, Program Perlindungan Sosial Harus Dibenahi

Selasa, 16 Februari 2021 | 13:52 WIB
Oleh : Herman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19%, meningkat 0,41% poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,97% poin terhadap September 2019. Sehingga jumlah penduduk miskin pada September 2020 menjadi 27,55 juta orang, meningkat 1,13 juta orang terhadap Maret 2020 dan meningkat 2,76 juta orang terhadap September 2019.

Advertisement

Ekonom Center of Reform on Economics Indonesia (Core), Yusuf Rendy Manilet menyampaikan, adanya pandemi Covid-19 memang memberikan efek yang ekstra ordinary kepada peningkatan jumlah penduduk miskin. Pasalnya pandemi menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan, ataupun pendapatannya berkurang karena dampak dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan pemerintah.

Di sisi lain, proporsi bantuan pemerintah juga tidak bisa mencakup seluruh penduduk miskin dan juga rentan miskin. Ini yang kemudian menjadi tantangan dalam kebijakan penurunan jumlah penduduk miskin.

Agar jumlah penduduk miskin di tahun ini tidak terus meningkat, hal utama yang harus dilakukan menurut Rendy adalah dengan mengembalikan kinerja ekonomi ke arah positif dan tumbuh dengan lebih stabil. Hal ini hanya bisa dilakukan ketika penanganan pandemi dari sisi kesehatan dilakukan secara optimal. Selain itu, pembenahan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya perlindungan sosial juga harus dilakukan.

“Untuk pembenahan program PEN, salah satu evaluasinya adalah masalah data yang up-to-date. Penyaluran bansos misalnya yang masih mengandalkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hanya saja data ini pada tahun lalu belum banyak di-update khususnya oleh pemerintah daerah. Padahal data ini diperlukan untuk ketepatan penyaluran bantuan,” kata Yusuf Rendy kepada Beritasatu.com, Selasa (16/2/2021).

Di samping itu, proporsi bantuan untuk kelompok menengah (yang rentan dan hampir miskin) juga perlu terus dilanjutkan, bahkan jika perlu ditambah penerimanya. “Misalnya Kartu Pra-Kerja, saya kira ini bisa menjadi salah satu bantuan untuk kelompok menengah. Di luar itu, subsidi gaji yang belum lama ini ditarik sebenarnya juga masih dibutuhkan kelas ini untuk menjaga daya beli mereka. Setidaknya sampai proses transisi ekonomi,” ujarnya.

Rendy juga sepakat bahwa program PEN cukup berhasil menekan angka kemiskinan tidak naik terlalu tajam. Tetapi menurutnya masih ada beberapa evaluasi yang harus dilakukan pemerintah untuk program ini, terutama dalam bentuk penyaluran, proporsi penerima bantuan, dan ketepatan penerima bantuan.

Sementara itu menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, program PEN telah mampu melindungi masyarakat miskin dan rentan dengan menahan angka kemiskinan di level 10,19%.

Tanpa perlindungan sosial, Bank Dunia memperkirakan angka kemiskinan bisa mencapai 11,8%. “Artinya, program PEN sepanjang 2020 diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 5 juta orang menjadi miskin baru,” kata Febrio.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

OneMed Tingkatkan Produksi Alat Kesehatan Anak Bangsa

PT Jayamas Medica Industri (JMI), produsen alat kesehatan dengan brand OneMed hingga Maret 2022 sudah memiliki 3.200 SKU di enam kategori.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

Pagi Ini, Kurs Rupiah Terdepresiasi Tipis ke Rp 14.715

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin (15/8/2022), terpantau melemah ke Rp 14.715.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

IHSG Menguat Tipis, Ekspor Diperkirakan Melambat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,07% ke 7.134,5 pada awal perdagangan hari ini, Senin (15/8/2022).

EKONOMI | 15 Agustus 2022

Bursa Asia Menguat, Data Ekonomi Tiongkok Mengecewakan

Bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini, Senin (15/8/2022). Investor memantau data ekonomi Tiongkok dan Jepang.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

Aplikasi Wirausaha Majoo Dapat Suntikan Dana USD 10 Juta

Aplikasi wirausaha Majoo mengumumkan pendanaan putaran pertama seri A senilai USD 10 juta atau setara dengan Rp 149 miliar.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

Harga Kripto ETH Naik 90% dalam 30 Hari, Dampak dari Merge?

Ethereum telah menorehkan pertumbuhan yang menonjol di antara kripto utama lain, dengan tumbuh 90% dalam 30 hari.

EKONOMI | 15 Agustus 2022

Tada Meraih 5 Penghargaan Tertinggi Tingkat Asia Pasifik

Tada, penyedia solusi dan platform Loyalty & Rewards di Indonesia, meraih 5 penghargaan tertinggi di tingkat Asia Pasifik. 

EKONOMI | 14 Agustus 2022

IPO, Black Diamond Resources Bidik Dana Segar Rp 227 Miliar

Calon emiten batu bara, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) bersiap menggelar Initial Public Offering (IPO) dengan mengincar dana Rp 227,50 miliar.

EKONOMI | 14 Agustus 2022

IISIA Apresiasi Gebrakan Mendag Sita Baja Impor Asal Tiongkok

Aosiasi Industri Baja Indonesia (IISIA) mengapresiasi upaya Kemendag dalam menindak pelaku impor baja yang melanggar aturan.

EKONOMI | 14 Agustus 2022

Perkuat Dana Murah, Bank Mega Bidik Tabungan Tumbuh 5%

PT Bank Mega Tbk (MEGA) menyatakan hingga Agustus 2022 total tabungan mencapai Rp 14,4 triliun.

EKONOMI | 14 Agustus 2022


TAG POPULER

# Carlo Ancelotti


# Cacar Monyet


# Man City


# Parsindo


# Korea Utara


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OneMed Tingkatkan Produksi Alat Kesehatan Anak Bangsa

OneMed Tingkatkan Produksi Alat Kesehatan Anak Bangsa

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings