Logo BeritaSatu

Dear Milenial, Ini 9 Perbedaan Saham dan Kripto untuk Investasi

Senin, 17 Januari 2022 | 15:52 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Walaupun keberadaannya terbilang cukup baru, perkembangan pasar aset kripto saat ini sangat pesat. Kondisi itu didukung dengan semakin banyaknya pilihan untuk kalangan milenial untuk mulai berinvestasi.

Kenaikan nilai aset kripto seperti bitcoin yang cukup tinggi pada kuartal I 2021 menjadi salah satu pemicu tumbuh pesatnya pasar kripto, terutama di Indonesia.

Kripto dinilai sebagai salah satu aset yang dapat di-trading-kan atau diperjualbelikan untuk mendapat untung, layaknya saham. Hal ini membuat banyak orang menganggap aset kripto serupa dengan saham. Padahal keduanya sangat berbeda.

Lalu, apa saja sebetulnya perbedaan kedua aset ini? Berikut rangkuman mengenai 9 perbedaan saham dan kripto.

Tipe aset
Ketika membeli saham suatu perusahaan melalui bursa efek, saham yang dimiliki pada dasarnya mewakili persentase kepemilikan terhadap perusahaan tersebut. Seberapa baik kinerja perusahaan akan menentukan nilai saham yang dimiliki.

Perusahaan yang sudah go public dapat menerbitkan saham kapan saja untuk mengumpulkan modal yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.

Sementara, ketika membeli aset kripto, baik itu koin atau token, aset yang dimiliki tidak selalu mewakili kepemilikan sebagian dari perusahaan atau proyek yang mengeluarkannya.

Koin dan token kripto juga memiliki fungsi yang berbeda-beda. Koin adalah aset asli suatu blockchain yang biasanya digunakan sebagai medium pembayaran.

Sementara, token memiliki banyak sekali klasifikasi, mulai dari utility token yang berfungsi untuk memberikan akses ke servis protokol tertentu, hingga governance token yang digunakan untuk menunjukkan dukungan untuk perubahan yang diusulkan terhadap suatu protokol.

Aspek fundamental
Saat baru memasuki dunia kripto, milenial pasti sering mendengar pertanyaan seputar aspek fundamental yang dapat diukur sebelum mulai investasi atau trading aset kripto.

Akan tetapi, analisis fundamental pada aset kripto sangat berbeda dibanding saham. Analisis fundamental pada bursa saham melibatkan data apa pun yang diharapkan berdampak pada harga atau nilai dari suatu saham.

Hal ini mulai dari arus kas, return of asset atau indikator yang mengukur kemampuan perusahaan dalam pemanfaatan aset untuk hasilkan keuntungan, dan juga gearing ratio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan mendanai operasionalnya dengan modal pinjaman.

Volatilitas
Volatilitas yang menjadi pembeda terbesar antara saham dengan kripto. Saham, terutama di Indonesia, memiliki mekanisme pembatasan volatilitas saat pasar tidak terkendali seperti lewat auto rejection atas dan bawah sampai trading halt, yakni penghentian sementara perdagangan. Artinya, volatilitas bisa lebih terjaga jika ada penurunan atau kenaikan drastis.

Berbeda dengan saham, aset kripto tidak memiliki pengendalian volatilitas tersebut. Jadi, harga aset kripto bakal bergerak sesuai dengan supply and demand. Hal itu yang membuat aset kripto bisa naik tinggi atau turun drastis.

Satuan Transaksi
Jika transaksi saham di Indonesia, trader harus melakukan transaksi minimal 1 lot atau 100 lembar. Artinya, kalau harga saham Rp 1.000 per saham artinya minimal modal yang dikeluarkan senilai Rp100.000 per lot.

Berbeda dengan kripto, memang harga bitcoin bisa sampai ratusan juta rupiah, Ethereum pun puluhan juta rupiah. Namun, jangan takut, trader modal kecil tetap bisa transaksi dengan membeli pecahan terkecil. Untuk Bitcoin, bisa beli hingga pecahan 8 desimal, yang juga disebut dengan 1 sats.

Platform Perdagangan
Karakter platform perdagangan saham dengan aset kripto juga berbeda. Untuk saham, trader bisa transaksi dengan menjadi nasabah di sekuritas. Sementara, untuk aset kripto, trader bisa melakukan transaksi lewat exchange crypto.

Lalu, untuk penyimpanan kripto, trader atau holder juga bisa menyimpan di aplikasi dompet digital atau wallet seperti Metamask dan lain sebagainya.

Koneksi
Dari sisi koneksi, transaksi saham bisa dibatasi dalam bursa di satu negara. Misalnya, trader asing mau mencoba beli saham di Indonesia harus menyesuaikan dengan aturan di Indonesia seperti, membuat akun sekuritas di dalam negeri.

Sedangkan untuk aset kripto, koneksinya tidak terbatas antar negara. Artinya, jumlah trader yang bisa melakukan transaksi juga lebih banyak.

Biaya transaksi
Biaya untuk melakukan jual beli saham di bursa relatif tinggi. Pialang saham membebankan biaya atau komisi, bank menagih investor saat melakukan pembayaran dan keuntungan modal dikenakan pajak.

Sementara itu di bursa aset kripto, biaya relatif lebih rendah. Biaya bertransaksi di blockchain relatif kecil, karena hanya untuk membayar gas fee atau bayaran untuk miner yang melakukan validasi terhadap transaksi pengguna kripto. Biaya exchange pun relatif lebih rendah dibandingkan bursa saham.

Waktu Perdagangan
Pasar saham hanya bekerja penuh waktu Senin sampai Jumat. Berbeda dengan pasar saham, pasar kripto beroperasi 24 jam sehari dan 365 hari dalam setahun.

Regulator
Cryptocurrency memang memiliki misi desentralisasi, tetapi ketika ingin beroperasi di sebuah negara tetap harus mengikuti aturan.

Indonesia sendiri melegalkan cryptocurrency sebagai komoditas bukan alat pembayaran. Oleh karenanya, cryptocurrency diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Di sisi lain, saham yang termasuk instrumen keuangan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Harga Emas Menguat karena Imbal Hasil Obligasi Tertekan

Harga emas di pasar spot naik 0,7% pada US$ 1.866,39 per ons dan harga emas berjangka AS menguat hampir 1% menjadi US$ 1.865,3.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Harga Minyak Menguat Tipis di Tengah Ketatnya Pasokan

Harga minyak mentah Brent naik 14 sen menjadi US$ 113,56 per barel dan WTI AS turun 52 sen menjadi US$ 109,77 per barel.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Luhut Sebut Baru 46 Pemda yang Tayangkan E-Katalog Lokal

Luhut Binsar Pandjaitan mendorong pemanfaatan e-katalog lokal dan pemanfaatan produk dalam negeri oleh pemda. 

EKONOMI | 25 Mei 2022

S&P 500 Jatuh, Nasdaq Kehilangan 2% Terseret Saham Teknologi

Nasdaq Composite jatuh karena suramnya proyeksi dari perusahaan media sosial, Snap sehingga menyebar ke saham teknologi lainnya.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Bursa Eropa Ditutup Melemah Dibayangi Kekhawatiran Resesi

Stoxx 600 pan di bursa Eropa ditutup turun 1,1%, dengan sektor ritel dan perjalanan masing-masing ambles 3% memimpin pelemahan.

EKONOMI | 25 Mei 2022

BI Proyeksi the Fed Naikkan Suku Bunga 250 Bps pada 2022

Pengetatan kebijakan the Fed yang lebih agresif untuk menormalkan lonjakan inflasi di AS yang saat ini sudah mencapai 8,3%.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Jokowi: Belanja Produk Dalam Negeri Masih di Bawah 10%

Jokowi menegur pemerintah daerah (pemda), BUMN dan kementerian/lembaga, karena realisasi belanja produk dalam negeri masih di bawah 10 persen.

EKONOMI | 24 Mei 2022

Ika Faperta IPB Dorong Kebangkitan Kopi Rempah Nusantara

Ika Faperta IPB berkomitmen melakukan penguatan dan mendorong kebangkitan para petani Kopi Rempah Nusantara.

EKONOMI | 24 Mei 2022

BSI Fokus Garap Potensi Besar Ekosistem Industri Halal

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki potensi besar untuk menangkap peluang di ekosistem industri halal Indonesia.

EKONOMI | 24 Mei 2022

IHRS 2022 Sarana Bertukar Ilmu dan Inovasi Profesional SDM

IHRS ditujukan bagi para profesional SDM dari berbagai industri baik di Indonesia maupun regional ASEAN.

EKONOMI | 24 Mei 2022


TAG POPULER

# BRI Majalengka


# Perumahan Pantai Mutiara


# UU PPP


# UAS


# Harga CPO


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ke Bali, Presiden Jokowi Resmikan Pembukaan GPDRR 2022

Ke Bali, Presiden Jokowi Resmikan Pembukaan GPDRR 2022

NEWS | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings