Logo BeritaSatu

Pembatasan Pertalite Mengacu CC Dinilai Tak Efektif, Kenapa?

Kamis, 30 Juni 2022 | 16:12 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai rencana pembatasan pembelian BBM Pertalite untuk kendaraan di atas 2.000 cc tidak akan efektif untuk membuat penyaluran BBM jenis ini lebih tepat sasaran. Pasalnya saat ini banyak mobil di segmen menengah ke atas keluaran terbaru yang justru tak lagi menggunakan kubikasi besar. Rata-rata beralih menggunakan mesin lebih kecil, seperti 1.000 cc atau 1.500 cc, tetapi dilengkapi turbo yang membuat tenaganya tak kalah bersaing dengan mesin di atas 2.000 cc.

"Pembatasan pembelian Pertalite untuk mobil di atas 2.000 cc tidak akan efektif. Kalau memang tujuannya untuk membatasi mobil mewah, sekarang ini banyak kok mobil-mobil mewah yang cc-nya di bawah 2.000. Artinya mereka yang tidak berhak nantinya juga masih tetap bisa membeli Pertalite," kata Bebin Djuana kepada Beritasatu.com, Kamis (30/6/2022).

Advertisement

Agar lebih tepat sasaran, menurut Bebin, lebih baik subsidinya diberikan langsung kepada masyarakat yang berhak dalam bentuk uang seperti bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos). BPH Migas nantinya bisa berkoordinasi kepada Kemensos terkait kriteria masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi langsung tersebut.

"Kalau subsidinya diberikan ke Pertamina, nanti banyak orang-orang yang sebenarnya tidak berhak tetapi malah memanfaatkan. Jadi sebaiknya subsidi Pertalite ini diberikan langsung kepada masyarakat yang berhak," kata Bebin.

Khusus untuk wacana pembatasan pembelian Pertalite bagi sepeda motor di atas 250 cc, Bebin menilai hal ini masih memungkinkan untuk dilakukan. Namun menurut Bebin sebaiknya diseragamkan saja dengan cara memberikan subsidi langsung ke masyarakat.

"Kalau kita lihat ojek online, hampir tidak ada yang pakai motor besar di atas 250 cc. Jadi kalau untuk sepeda motor, kebijakannya masih memungkinkan dilakukan. Tetapi kalau ingin diseragamkan, bentuknya subsidi langsung saja," kata Bebin.

Hal senada diungkapkan Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan. Ia juga menilai pembatasan pembelian Pertalite dengan menilai kendaraan berdasarkan cc tertentu memang perlu dikaji kembali.

"Karena kendaran-kendaraan yang baru saat ini justru cc-nya kecil. Harusnya kan kendaraan baru ini belinya Pertamax, bukan Pertalite. Saya lebih menyarankan misalnya yang usia di atas 2012 yang tidak berhak membeli Pertalite," kata Mamit.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Airlangga Ungkap Kunci Keberhasilan Pengembangan UMKM

UMKM menjadi salah satu indikator vital dalam mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional melalui kontribusinya terhadap sektor esensial.

EKONOMI | 7 Agustus 2022

Politikus Golkar: Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif

Politikus Golkar menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membuktikan perekonomian Indonesia tumbuh positif.

EKONOMI | 7 Agustus 2022

Kantor Pusat Kebakaran, Pegadaian Pastikan Layanan Berjalan Normal

PT Pegadaian memastikan layanan dan operasional perusahaan berjalan dengan baik, seiring insiden kebakaran di Kantor Pusat, pada Minggu, 7 Agustus 2022.

EKONOMI | 7 Agustus 2022

Airlangga Hartarto Dorong Pondok Buntet Pesantren Dirikan Usaha

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong Pondok Buntet Pesantren di Cirebon, Jawa Barat, mendirikan usaha, seperti pabrik sandal.

EKONOMI | 7 Agustus 2022

Beraset Jumbo, IFGSambut Baik POJK 13/2022

POJK ini berdampak sangat baik bagi IFG sebagai lembaga keuangan non bank yang memiliki total aset mencapai Rp 140 triliun (unaudited).

EKONOMI | 7 Agustus 2022

Gili Tramena Mulai Ramai, PLN Jamin Listrik Menyala Terus

PT PLN (Persero) Nusa Tenggara Barat terus berupaya menjaga pasokan energi ramah lingkungan di destinasi Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena).

EKONOMI | 7 Agustus 2022

APJII dan Matrix Nap Info Kerja Sama Perkuat Layanan Internet

PT NAP Info Lintas Nusa (Matrix NAP Info) bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melakukan kerja sama strategis

EKONOMI | 7 Agustus 2022

Bisnis Pakaian Laris, Laba Mega Perintis Melesat 184,16%

PT Mega Perintis Tbk (ZONE) mencatatkan pertumbuhan laba bersih Rp 52,03 miliar pada semester I 2022, atau bertumbuh 184,16% dari periode yang sama tahun lalu.

EKONOMI | 7 Agustus 2022

Berdikari Sinergikan BUMN Pangan Lewat Kegiatan Sosial Ini

PT Berdikari (Persero) sebagai BUMN peternakan yang tergabung dalam BUMN Holding Pangan ID FOOD menjalankan perannya melalui TJSL.

EKONOMI | 7 Agustus 2022

Laba Multifinance Tumbuh 26,71% di Semester I 2022

Industri multifinance membukukan laba bersih sebesar Rp 8,44 triliun, tumbuh 26,71% secara year on year (yoy) sampai dengan semester I 2022.

EKONOMI | 7 Agustus 2022


TAG POPULER

# Ferdy Sambo


# Bharada E


# Polisi Tembak Polisi


# Liga Inggris


# Man City


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Badai Pasir Landa Madinah, Jemaah Haji Indonesia Dipastikan Aman

Badai Pasir Landa Madinah, Jemaah Haji Indonesia Dipastikan Aman

NEWS | 38 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings