Logo BeritaSatu

Laba Multifinance Tumbuh 26,71% di Semester I 2022

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:18 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Industri multifinance membukukan laba bersih sebesar Rp 8,44 triliun, tumbuh 26,71% secara year on year (yoy) sampai dengan semester I 2022. Sebesar 25% laba tersebut dikontribusikan 13 emiten multifinance.

Mengacu statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pertumbuhan laba multifinance seiring peningkatan pendapatan bunga 7,95%, sedangkan beban bunga susut 6,49%. Adapun rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) Juni 2022 tercatat di posisi 78,26%, lebih rendah jika dibandingkan posisi di akhir 2019.

Perolehan tersebut tentu tidak terlepas dari piutang pembiayaan bersih yang bergerak tren pemulihan menjadi Rp 381,97 triliun atau naik 5,63% (yoy) di semester I 2022. Utamanya didorong pembiayaan investasi dan pembiayaan modal kerja, masing-masing tumbuh 19,64% dan 18,79%.

Dari sisi kualitas aset, pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) multifinance berada di level 2,81% di semester I-2022. Posisi ini dalam tren penurunan sejak akhir 2020 di level 4,01%.

Adapun 13 dari 15 emiten yang telah melaporkan kinerja keuangannya mencatat pertumbuhan laba bersih mencapai 55,86% menjadi Rp 2,11 triliun. Nilai tersebut mencakup hampir 25% laba dari industri di semester I 2022.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyampaikan, pembiayaan dari multifinance sudah lebih baik dengan keikutsertaan dalam SLIK OJK sejak April 2019. Selain itu sejak Januari 2020, multifinance turut mengimplementasikan PSAK 71 yang mengamanatkan penyisihan cadangan lebih terukur.

Dengan demikian, kata dia, pendekatan dalam beberapa tahun terakhir mendorong sejumlah perbaikan di industri. Tercermin dalam aspek kualitas pembiayaan yang memberi imbas positif pada membaiknya pos pendapatan dan laba.

"Dengan koreksi-koreksi yang ada, biaya operasional dari perusahaan pembiayaan menjadi lebih bagus. Nah dengan lebih bagus, maka laba meningkat, BOPO ratio bisa lebih bagus. Proyeksinya laba akan lebih baik dan bagus karena perusahaan pembiayaan semakin sadar bahwa kualitas pembiayaan itu berpengaruh terhadap laba," kata Suwandi dihubungi Investor Daily, Minggu (7/8).

Dia mengatakan, memang pada paruh kedua tahun ini situasi ekonomi dunia masih dihadapkan dalam ketidakpastian. Kendala rantai pasok masih berlangsung, inflasi di beberapa negara maju melonjak tajam sehingga bank sentral di sejumlah negara memutuskan meningkatkan suku bunganya, sampai dengan indikasi kembali terjadi resesi.

Di sektor otomotif misalnya, pasokan semikonduktor sempat terganggu dan kini mulai kembali dibuka. Artinya, produksi mobil dan motor akan mulai bergeliat tetapi masih membutuhkan waktu pemulihan setidaknya selama tiga bulan ke depan. Meski begitu, pihaknya meyakini selama pemerintah bisa menjaga pasokan pangan dan energi, maka perekonomian Indonesia masih tumbuh baik.

"Kalau melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di dunia, saya percaya (piutang) pembiayaan masih bisa tumbuh 6-8%, tumbuh moderat. Karena demand (pembiayaan) masih ada," tandas Suwandi.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo menyampaikan, konsolidasi perbaikan keuangan perusahaan akan mulai terlihat jelas pada akhir tahun ini. Sejumlah write off (WO) juga masih akan dilakukan perusahaan, sehingga laba belum bisa dicatatkan seperti pencapaian tahun 2019.

"Laba sampai dengan akhir tahun minimal di Rp 144 miliar (tumbuh lebih dari 200% yoy). Memang di semester I-2022, Clipan menambahkan pencadangan dan ada biaya-biaya untuk AYDA dan juga investasi digitalisasi proses verifikasi kredit," kata Harjanto.

Untuk memacu kinerja keuangan di semester II, Clipan Finance menargetkan piutang pembiayaan tumbuh menjadi sekitar Rp 6,5 triliun. Emiten multifinance dengan berkode CFIN ini akan fokus pada pembiayaan mobil baru dan bekas, diikuti bisnis dana tunai (refinancing), dan pembiayaan alat berat.

Baca selanjutnya
Jaga Kualitas PembiayaanLebih lanjut, Harjanto mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun NPF ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Inflasi September 2022 Tertinggi Sejak Desember 2014

Jika dilihat penyumbang inflasi September 2022 ini dari kenaikan bensin, tarif angkutan dalam kota.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Investor Daily Summit Bangun Optimisme di Tengah Ketidakpastian

Investor Daily Summit (IDS) 2022 yang mengusung tema “Optimism in Uncertainty” akan digelar di Jakarta Convention Center, pada 11-12 Oktober 2022.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Inflasi September 1,17%, Ini Komoditas Penyumbangnya

Inflasi September 2022 ini terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Jokowi: Jangan Pabrik Kelihatan Tinggi, tetapi Lingkungan Sekitar Miskin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan perusahaan besar harus dapat memperhatikan dan membina usaha kecil yang ada di sekitar pabrik.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Presiden Jokowi Kagum Impor Jagung Menurun Tajam

Presiden Jokowi mengungkapkan kekagumannya melihat impor jagung di Tanah Air mengalami penurunan yang cukup tajam selama 7 tahun terakhir ini.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Hadapi Krisis Global, Jokowi: Kuncinya Kompak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kekompakan merupakan kunci untuk menghadapi krisis global dalam sektor keuangan, pangan maupun energi.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Resesi Mengancam, Pasar Modal Diyakini Tetap Menjanjikan

Pasar modal Indonesia dinilai tetap menjanjikan dan masih kuat meski dibayang-bayangi awan kelabu resesi ekonomi global.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Industri Asuransi Didorong Sebar Risiko Domestik ke Luar Negeri

Berbagai risiko yang diserap industri asuransi nasional untuk wilayah Indonesia belum banyak disebar ke luar negeri.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

Modern Hub Lengkapi Fasilitas Lifestyle di Kota Modern

PT Modernland Realty Tbk resmi meluncurkan Modern Hub, pusat kuliner dan belanja paling hype di dalam Kota Modern, Tangerang.

EKONOMI | 3 Oktober 2022

OPEC+ Akan Kurangi Produksi Minyak 1 Juta Bph, Ini Alasannya

OPEC+ akan mempertimbangkan pengurangan produksi minyak lebih 1 juta barel per hari (bph) minggu depan.

EKONOMI | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

NEWS | 16 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings