Logo BeritaSatu

Inflasi September 1,17%, Ini Komoditas Penyumbangnya

Senin, 3 Oktober 2022 | 14:32 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada September 2022 terjadi inflasi sebesar 1,17% secara (month-to-month/mtm). Untuk tingkat inflasi tahun kalender pada September 2022 sebesar 4,84%, sementara tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) pada September 2022 sebesar 5,95%.

Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan, inflasi pada September 2022 ini terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki 0,20%; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,16%; perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,35%; kesehatan 0,57%; kelompok transportasi 8,88%; rekreasi, olahraga, dan budaya 0,31%; pendidikan 0,21%; penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,57%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28%.

"Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,30% dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03%," kata Margo Yuwono dalam konferensi pers secara hybrid, Senin (3/10/2022).

Dia mengatakan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada September 2022, antara lain beras, telur ayam ras, rokok kretek filter, rokok kretek, air kemasan, bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan dalam kota, solar, tarif angkutan antar kota, tarif kendaraan roda dua online, tarif kendaraan roda empat online, uang kuliah akademi/PT, dan bakso siap santap.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain bawang merah, cabai merah, minyak goreng, tomat, cabai rawit, ikan segar, tarif angkutan udara, dan emas perhiasan.

Untuk komponen inti pada September 2022 mengalami inflasi sebesar 0,30% atau terjadi kenaikan indeks dari 110,29 pada Agustus 2022 menjadi 110,62 pada September 2022. Komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 6,18% dan komponen yang harganya bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,79%.

Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk inflasi tahun kalender (Januari–September) 2022 masing-masing sebesar 2,81%; 11,99%; dan 5,23%, serta inflasi tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) masing-masing sebesar 3,21%; 13,28%; dan 9,02%.

Untuk komponen energi pada September 2022 mengalami inflasi sebesar 10,13% atau terjadi kenaikan indeks dari 105,86 pada Agustus 2022 menjadi 116,58 pada September 2022. Inflasi komponen energi untuk tahun kalender 2022 sebesar 16,30% dan inflasi tahun ke tahun sebesar 16,48%.

Sedangkan untuk bahan makanan pada September 2022 mengalami deflasi sebesar 0,68% atau terjadi penurunan indeks dari 117,10 pada Agustus 2022 menjadi 116,30 pada September 2022. Inflasi bahan makanan untuk tahun kalender 2022 sebesar 5,23% dan inflasi tahun ke tahun sebesar 8,69%.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Investor Sayangkan Banyak Startup yang Lakukan PHK

Pihak investor ikut menyayangkan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan rintisan atau startup.

EKONOMI | 5 Desember 2022

OJK Cabut Izin Usaha Wanaartha Life

OJK resmi mengumumkan pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life/PT WAL.

EKONOMI | 5 Desember 2022

ESG Tingkatkan Performa Grup ANJ

PT ANJ sudah mempraktekkan responsible development dan pemberdayaan sosial di semua lini bisnisnya yang tersebar di Sumatra, Kalimantan dan Papua.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apindo Harapkan BI Tidak Lagi Naikkan Suku Bunga Acuan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani berharap Bank Indonesia (BI) tidak lagi menaikan suku bunga acuan.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Ini Cara Daftar Serta Tahapan Rekrutmen Bersama BUMN

Kementerian BUMN membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung menjadi bagian dari BUMN melalui program Rekrutmen Bersama BUMN 2022.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Ketum Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi 2023 Tumbuh 5%

Hariyadi mengatakan, Apindo memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 antara 5,15% hingga 5,65%.

EKONOMI | 5 Desember 2022

BI Prediksi The Fed Kerek Suku Bunga di Level 6 Persen

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menilai tren suku bunga tinggi The Fed masih akan terjadi pada tahun depan dengan rentang waktu yang cukup lama.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apindo: Permenaker 18/2022 Bisa Tingkatkan Risiko PHK

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menilai Permenaker 18/2022 bisa memperbesar risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penyusutan lapangan kerja.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apexindo Kantongi Kontrak Baru dari PGE Rp 240 Miliar

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) meraih kontrak baru Rp 240 miliar untuk proyek pengeboran panas bumi dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

EKONOMI | 5 Desember 2022

Kenaikan Suku Bunga The Fed Dorong Penguatan Dolar AS

Fenomena sangat kuatnya dolar AS memberikan tekanan pelemahan atau depresiasi mata uang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

EKONOMI | 5 Desember 2022


TAG POPULER

# Erupsi Semeru


# Rizky Febian


# Bahlil Lahadalia


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Libur Nataru, Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Wisata Dalam Negeri

Libur Nataru, Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Wisata Dalam Negeri

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE