Logo BeritaSatu

SKK Migas Ajak Investasi, ADPMET Keluhkan Kendala Dana

Senin, 3 Oktober 2022 | 15:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Bandung, Beritasatu.com- Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) mengeluhkan keterbatasan dana daerah untuk menyambut investasi di sektor minyak dan gas (migas).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjabat Ketua Umum ADPMET mengakui investasi migas adalah investasi besar yang tidak semua daerah sanggup melakukannya. Hal itu disampaikan Ridwan saat pembukaan kegiatan focus group discussion (FGD) media gathering SKK Migas dan KKKS di Bandung, Jawa Barat, Senin (3/10/2022).

"Migas itu salah satu masalahnya adalah nggak punya duit untuk bertindak sebagai operator. Ibarat di Liga 3 sajalah, investasi kami kecil-kecil. Tapi yang kecil-kecil kan bisa mencapai puluhan dan ratusan miliar rupiah. Jumlah itu untuk ukuran daerah besar sekali. Daerah nggak bisa main bertriliun-triliun investasi," paparnya.

Menurut Ridwan, APDMET terus memperjuangkan participating interest 10% sebagai bagian dari upaya memberikan mensyejahterakan daerah. Terkait dengan energi, RK menyampaikan bahwa ada 3 prinsip yang terus diperjuangkan yaitu murah, bersih dan berkelanjutan.

Ridwan menambahkan bahwa bagaimana melatih ketergantungan dari minyak ke gas yang jumlahnya banyak tetapi belum termanfaatkan dengan optimal, kemudian dilanjutkan penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang patut disyukuri bersama bahwa Indonesia memiliki sumber EBT terbesar di dunia.

“SKK Migas punya tanggung jawab, bagaimana agar potensi gas yang besar tersebut dapat ditindaklanjuti dnegan transisi konversi gas bisa dimaksimalkan sebelum berada sebagai negara yang sepenuhnya menerapkan penggunaan EBT. Sehingga upaya mendorong penggunaan EBT juga harus sejalan dengan penggunaan energi gas yang lebih besar untuk mengurangi penggunaan minyak,” tambahnya.

Saat ini, potensi migas nasional lebih didominasi oleh gas, sehingga menjadi tantangan bersama bagaimana agar gas dapat dimanfaatkan dengan baik, menggantikan peran minyak, sehingga produksi gas di Indonesia yang surplus dapat mengompensasi kekurangan minyak yang saat ini sebagian masih impor.

“Industri migas saat ini bersaing dengan energi terbarukan, beberapa negara di Eropa sudah menghentikan pembiayaan energi fosil. Seiring dengan komitmen Indonesia menuju nett zero emission sampai 2060, maka gas menjadi salah satu alternatif dalam mengisi energi transisi, sampai sumber energi bersih siap memenuhi kebutuhan energi nasional,” kata Sekretaris SKK Migas Taslim Z.

Taslim menyampaikan bahwa posisi Indonesia saat ini masih dirasa kurang menarik bagi investor dibandingkan negara lain. Melalui ADPMET, SKK Migas mengharapkan dukungan dari Pemerintah Daerah untuk bersama-sama meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia, untuk mendukung target pencapaian peningkatan produksi migas nasional di tahun 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD.

Terkait upaya peningkatan produksi migas nasonal, Taslim menyampaikan bawah SKK Migas terus berupaya memaksimalkan aset yang sudah ada menjadi produksi, mempercepat EOR, mengakselerasi temuan yang ada menjadi produksi dan melakukan eksplorasi yang masif.

Untuk mewujudkan target itu, SKK Migas membutuhkan dukungan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Pemerintah Daerah penghasil migas.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Resesi Makin Mencengkeram, S&P 500 Turun 4 Hari Beruntun

Bursa AS Wall Street melanjutkan pelemahan hari sebelumnya, karena resesi ekonomi makin mencengkeram.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Bursa Eropa Turun karena Sentimen Global, Saham Teknologi Jatuh

Stoxx 600 di bursa Eropa ditutup turun 0,6%. Sebagian besar sektor dan bursa utama berakhir di zona merah.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Meski UMP Naik, BKPM Pede Tak Ganggu Iklim Investasi

BKPM menilai kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2023 maksimal 10% tidak akan mengganggu iklim investasi di Indonesia

EKONOMI | 7 Desember 2022

Data Ekonomi di AS Pemicu Kejatuhan IHSG, Hari Ini?

Sentimen global jadi faktor utama pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (6/12/22).

EKONOMI | 7 Desember 2022

Bank INA Perdana Bidik 10.000 Nasabah Baru di Kota Besar

PT Bank INA Perdana Tbk (BINA) menargetkan penambahan 10.000 nasabah baru lewat program terbarunya Tabina Berjangka.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Ke Papua, Sri Mulyani Minta Freeport Tingkatkan Produktivitas

Sri Mulyani mengunjungi kawasan pertambangan Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua. Sri Mulyani minta Freeport meningkatkan produktivitas.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Pascapandemi Covid-19, Minat Pembelian Properti 2022 Naik 18 Persen

Kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19 yang membaik membuat minat masyarakat untuk membeli berbagai produk properti meningkat hingga 18 persen.

EKONOMI | 6 Desember 2022

Banyak Startup Lakukan PHK, Ini Penyebabnya Menurut Pandu Sjahrir

Beberapa faktor yang menyebabkan startup melakukan PHK di antaranya faktor eksternal seperti kenaikan bunga, inflasi dan strategi "bakar uang".

EKONOMI | 6 Desember 2022

Loyo, Kurs Rupiah Melemah 150 Poin ke Rp 15.600

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (6/12/2022) terpantau melemah ke kisaran Rp 15.600.

EKONOMI | 6 Desember 2022

400 Saham Melemah, IHSG Tumbang 1,77%

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/12/2022), ditutup anjlok sebesar 94,76 poin (1,77%) menjadi 6.892,57

EKONOMI | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ronaldo Bantah Sepakat Gabung Klub Al Nassr

Ronaldo Bantah Sepakat Gabung Klub Al Nassr

BOLA | 20 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE