Logo BeritaSatu

Ini Rekomendasi Saham Saat Inflasi Tertinggi Desember 2014

Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:15 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi September 2022 mencapai 1,17% month-to-month (mtm) dan 5,95% secara tahununan (year on year/yoy)). Secara mengejutkan, inflasi sebesar 1,17% pada September 2022 ini merupakan inflasi tertinggi sejak Desember 2014 atau hampir 8 tahun.

Analis saham menilai inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi menjadi sentimen negatif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun ada beberapa sektor yang masih berpotensi bertumbuh.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya mengatakan, inflasi yang konsisten meningkat bisa menggerus daya beli dan menghambat pemulihan ekonomi domestik. “Sektor konsumen primer biasanya yang bisa diandalkan bertumbuh karena defensif dan masyarakat akan tetap konsumsi kebutuhan pokok,” katanya kepada Investor Daily, Senin (3/10/2022).

Dalam kondisi ini, saham-saham yang layak untuk dikoleksi adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Meski inflasi menghantui, tetapi bursa saham selalu menarik untuk investasi karena menyimpan banyak peluang.

Head of Research Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, di tengah laju inflasi yang meningkat, sektor perbankan bisa menjadi pilihan investor. “Sektor perbankan menarik, karena kenaikan suku bunga berpotensi menaikkan NIM,” katanya.

Untuk sahamnya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga Rp 5.500 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 9.500 per sahamnya.

Sementara Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina memprediksi IHSG masih sulit keluar ke area positif pada hari ini. Namun, data inflasi akan terus dipantau dalam 2-3 bulan mendatang karena efek kenaikan BBM akan terefleksi dalam dalam beberapa bulan ke depan.

“Karena kecenderungan inflasi tinggi, dan kenaikan suku bunga masih lanjut. Jadi, secara keseluruhan bukan berita yang baik untuk IHSG, juga secara sektoral,” pungkasnya.

Pasar ke depan, sambung Martha akan lebih mengantisipasi laporan keuangan kuartal III 2022. Adapun, sektor perbankan, termasuk dalam sektor yang direkomendasikan hingga akhir tahun.

Sementara untuk sektor konsumer, Martha melihat PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menarik karena harga crude palm oil (CPO) yang turun.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Investor Sayangkan Banyak Startup yang Lakukan PHK

Pihak investor ikut menyayangkan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan rintisan atau startup.

EKONOMI | 5 Desember 2022

OJK Cabut Izin Usaha Wanaartha Life

OJK resmi mengumumkan pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life/PT WAL.

EKONOMI | 5 Desember 2022

ESG Tingkatkan Performa Grup ANJ

PT ANJ sudah mempraktekkan responsible development dan pemberdayaan sosial di semua lini bisnisnya yang tersebar di Sumatra, Kalimantan dan Papua.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apindo Harapkan BI Tidak Lagi Naikkan Suku Bunga Acuan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani berharap Bank Indonesia (BI) tidak lagi menaikan suku bunga acuan.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Ini Cara Daftar Serta Tahapan Rekrutmen Bersama BUMN

Kementerian BUMN membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung menjadi bagian dari BUMN melalui program Rekrutmen Bersama BUMN 2022.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Ketum Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi 2023 Tumbuh 5%

Hariyadi mengatakan, Apindo memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 antara 5,15% hingga 5,65%.

EKONOMI | 5 Desember 2022

BI Prediksi The Fed Kerek Suku Bunga di Level 6 Persen

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menilai tren suku bunga tinggi The Fed masih akan terjadi pada tahun depan dengan rentang waktu yang cukup lama.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apindo: Permenaker 18/2022 Bisa Tingkatkan Risiko PHK

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menilai Permenaker 18/2022 bisa memperbesar risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penyusutan lapangan kerja.

EKONOMI | 5 Desember 2022

Apexindo Kantongi Kontrak Baru dari PGE Rp 240 Miliar

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) meraih kontrak baru Rp 240 miliar untuk proyek pengeboran panas bumi dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

EKONOMI | 5 Desember 2022

Kenaikan Suku Bunga The Fed Dorong Penguatan Dolar AS

Fenomena sangat kuatnya dolar AS memberikan tekanan pelemahan atau depresiasi mata uang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

EKONOMI | 5 Desember 2022


TAG POPULER

# Erupsi Semeru


# Rizky Febian


# Bahlil Lahadalia


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Fajar/Rian Sabet SabetMost Improved Player of The Year dari BWF

Fajar/Rian Sabet SabetMost Improved Player of The Year dari BWF

SPORT | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE