AS hingga Turki Kecam Teror Prancis
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

AS hingga Turki Kecam Teror Prancis

Jumat, 30 Oktober 2020 | 07:14 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengucapkan simpati mendalam kepada warga Prancis menyusul serangan teror yang menewaskan tiga orang di Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020) waktu setempat. Sejumlah negara Islam juga mengingatkan Prancis dan negara-negara lainnya menghindari istilah yang akan meningkatkan kebencian terhadap umat muslim di seluruh dunia.

"Amerika bersama sekutu terlamanya dalam perang ini. Serangan teroris radikal Islam ini harus dihentikan segera. Tidak ada negara, Prancis dan yang lainnya yang akan tinggal diam!" kata Trump melalui akun Twitternya.

Trump juga memanfaatkan momen ini untuk kampanyenya untuk menyerang cawapres Demokrat Joe Biden dalam Pemilu AS. Melalui Twitternya, Trump mengatakan AS telah menghentikan imigrasi pengungsi dari negara-negara rawan teror seperti Suriah, Somalia, dan Yaman. "Sementara rencana Biden akan menaikkan jumlah pengungsi 700% ke Minnesota, Michigan & Pennsylvania-membebani sekolah-sekolah dan rumah sakit sambil membuka kerena Teror Radikal Islam".

Seorang pria Tunisia memenggal kepala seorang perempuan dan membunuh dua orang lainnya dalam sebuah serangan teror di Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020) waktu setempat, bertepatan dengan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Pelaku kemudian ditembak dan ditahan oleh polisi.

Kecaman juga datang dari Pemerintah Inggris, Belanda, Italia, Spanyol, Arab Saudi, Turki, di mana Presiden Tayyip Erdogan sebelumnya mengkritik Presiden Emmanuel Macron dan Prancis karena mengizinkan publikasi dan penggambaran Nabi Muhammad.

Juru bicara Erdogan, Fahrettin Altun mengatakan Islam tidak bisa diidentikkan dengan terorisme. Dia juga meminta Prancis menghindari retorika yang bisa meningkatkan kebencian akan Muslim dan fokus kepada penyelidikan terhadap tindak kekerasan ini.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga mengecam tindakan ekstremis di Nice dan menyebut serangan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai keagaman, dan mengingatkan semua orang untuk menghindari tindakan-tindakan yang menimbulkan kebencian, kekerasan, dan ekstremisme.

Perwakilan Dewan Muslim Prancis juga mengecam serangan yang terjadi bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad tersebut dan meminta semua umat Muslim di Prancis untuk tidak merayakan maulid, tetapi berkabung sebagai tanda solidaritas.

Sebagai negara Eropa dengan komunitas Muslim terbesar di Eropa, Prancis terbilang sering mendapatkan serangan teror, di antaranya pengeboman dan penembakan di Paris pada 2015 yang menewaskan 130 orang, dan serangan di Nice di mana seorang teroris menabrakkan truk ke kerumunan massa yang merayakan Hari Bastille dan menewaskan 86 orang.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kedubes AS di UEA Keluarkan Peringatan Terorisme

Kedutaan Besar AS di Uni Emirat Arab (UEA) telah memperingatkan warga Amerika untuk "sangat berhati-hati" terhadap serangan teroris.

DUNIA | 30 Oktober 2020

Teror Prancis, Pelaku Penggal Kepala Perempuan di Gereja

Seorang pria Tunisia memenggal kepala seorang perempuan dan membunuh dua orang lainnya dalam sebuah serangan teror di Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020).

DUNIA | 30 Oktober 2020

Lebih 80 Juta Pemilih AS Telah Beri Suara Lebih Awal

Lebih dari 80 juta orang Amerika telah memberikan suara dalam pemilihan presiden.

DUNIA | 30 Oktober 2020

AS Remehkan Sanksi Tiongkok atas Penjualan Senjata ke Taiwan

AS meremehkan ancaman Tiongkok untuk menghukum perusahaan AS atas penjualan senjata ke Taiwan.

DUNIA | 30 Oktober 2020

Prancis Umumkan Karantina Wilayah Kedua

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan karantina wilayah nasional kedua hingga akhir November 2020.

DUNIA | 30 Oktober 2020

Gejala Covid-19, Presiden Aljazair Dibawa ke Jerman

Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune dipindahkan ke Jerman untuk menjalani perawatan medis pada Rabu (28/10).

DUNIA | 30 Oktober 2020

Ida Fauziah Terpilih Sebagai Ketua Menteri Ketenagakerjaan se-ASEAN

Ida langsung memimpin pertemuan tingkat Menaker se-ASEAN usai serah terima jabatan dari Tuan Haji Awang (Malaysia) selaku ketua periode 2018-2020.

DUNIA | 29 Oktober 2020

Gus Yaqut: Penuh Rahmah dan Kasih Sayang, Islam Sangat Menghargai Perbedaan

Pertemuan dengan Mike Pompeo berawal dari deklarasi Humanitarian Islam yang dilakukan Ansor dua tahun lalu di Jombang.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

November, Moderna Laporkan Data Uji Akhir Vaksin Covid-19

Perusahaan bioteknologi Moderna akan melaporkan data hasil uji klinis tahap akhir vaksin Covid-19 buatan mereka pada bulan November.

DUNIA | 29 Oktober 2020

Hadapi Pandemi Covid-19, Masyarakat Global Perlu Menerima Partisipasi Taiwan

Melalui ujian pandemi ini telah dipastikan bahwa Taiwan tidak dapat dikecualikan dari jaringan kesehatan global.

DUNIA | 29 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS