Warga Mulai Terganggu Aktivitas Keraton Agung Sejagat
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-6.4)   |   COMPOSITE 4945.79 (-39.24)   |   DBX 931.257 (3.24)   |   I-GRADE 131.318 (-1.79)   |   IDX30 415.488 (-6.92)   |   IDX80 108.562 (-1.33)   |   IDXBUMN20 273.68 (-2.25)   |   IDXG30 115.596 (-1.18)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-6.96)   |   IDXQ30 121.636 (-2.04)   |   IDXSMC-COM 210.245 (0.19)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (0.2)   |   IDXV30 102.795 (-1.19)   |   INFOBANK15 787.375 (-15.3)   |   Investor33 363.773 (-5.92)   |   ISSI 144.695 (-0.44)   |   JII 523.846 (-2.73)   |   JII70 177.783 (-0.58)   |   KOMPAS100 971.12 (-10.68)   |   LQ45 760.321 (-10.32)   |   MBX 1369.12 (-13.17)   |   MNC36 271.592 (-3.83)   |   PEFINDO25 259.811 (2.03)   |   SMInfra18 233.526 (-0.76)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-5.09)   |  

Warga Mulai Terganggu Aktivitas Keraton Agung Sejagat

Selasa, 14 Januari 2020 | 10:19 WIB
Oleh : Stefi Thenu / FMB

Semarang, Beritasatu.com – Warga Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo mulai merasa resah dan terganggu dengan aktivitas Keraton Agung Sejagat pimpinan Totok Santosa Hadiningrat.

Keresahan dan keluhan warga itu disampaikan Kepala Desa Slamet Purwadi, saat melaporkan Keraton Agung Sejagat kepada Camat Bayan.

"Saya menindaklanjuti laporan warga, saya teruskan ke Camat Bayan. Warga saya merasa terganggu dengan ritual yang dilakukan Keraton Agung Sejagat. Mereka menganggap ritual sesembahan menyimpang dari ajaran Islam. Pada intinya, warga ingin mereka pindah dari sana," kata Slamet Purwadi di Kantor Kecamatan Bayan, Senin (13/1/2020).

Slamet mengatakan, warga juga merasa terganggu dengan bau dupa yang dibakar saat ritual. Saat ditanya mengenai izin, pihak Keraton Agung Sejagat diakui Slamet, memang memberitahu pihak desa dan meminta pengantar izin keramaian kepada polisi. Namun pihak Polsek dan Polres tidak memberikan izin kegiatan Kirab dan Sidang Jumenengan.

Camat Bayan, Moehardjono menegaskan dalam waktu dekat akan memanggil pihak Keraton Agung Sejagat.

"Dalam 3-4 hari lagi saya akan memanggil pihak Keraton Agung Sejagat," tegasnya.

Komandan Kodim 07/08, Letkol Inf Muchlis Gasim terpisah menegaskan, kegiatan Keraton Agung Sejagat ilegal karena tidak mengantongi izin dari aparat yang berwenang.

"Semua kegiatan dan organisasi harus berlandas hukum, setiap mendirikan organisasi harus ada izin. Keraton Agung Sejagat saya rasa adalah ilegal. Namun belum ada bukti-bukti mereka makar," kata Dandim.

Gasim menegaskan akan mengambil tindakan sesuai koridor hukum. Dia juga meminta kades atau camat untuk membuat laporan bagaimana mengeliminasi kegiatan yang dianggap meresahkan.

Geger Munculnya “Kerajaan” di Purworejo, Ganjar Minta Diusut

Pengamat antropologi sosial dari Universitas Diponegoro Semarang, Amirudin menilai, apa yang terjadi di Purworejo itu sebagai bagian dari transnasionalisme.

Transnasionalisme adalah fenomena sosial dan agenda penelitian ilmiah yang muncul karena manusia semakin saling terhubung dan perbatasan ekonomi dan sosial antarnegara semakin kabur.

Klaim yang disampaikan Totok Santosa dengan Keraton Agung Sejagatnya, kata Amir, adalah upaya membangkitkan imaji kehidupan aristokrasi di era modern.

"Itu merupakan bagian dari respon warga terhadap transnasionalime,’’ ujar Ketua Program Studi Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya Undip tersebut, kepada SP dan Beritasatu.com, Selasa (14/1/2020).

Dalam konteks itu, Amir mengungkapkan, transnasionalisme biasanya akan ditanggapi dengan tiga jenis respon, yakni pertama, transformasi, yang berarti warga berpindah mengikuti irama budaya global. Kedua, kontinuum yang ditunjukan oleh sikap warga mengadaptasikan budaya lokal dengan budaya global sebagai pedoman dan arah tindakan; dan ketiga, resistensi yang berarti warga menolak budaya global dan kembali ke budaya asal.

Membangkitkan imaji kerajaan, menurut Amir, termasuk bagian dari kebudayaan postmodernisme yang arbitrer dengan tidak memproduksi budaya baru, tetapi sebaliknya, melawannya dengan kembali ke kebudayaan lama.

"Mereka mempreservasi kebudayaan lama dan menghadirkannya dalam alam modernitas sebagai bagian dari perlawanan,’’ ujar Amir.

Fenomena ini menurutnya sama persis dengan cara hidup orang Samin yang pro pada kebudayaan rakyat (folk culture).

"Bedanya dengan kelompok ini (Totok Santosa), lebih pro pada keinginan membangkitkan kebudayaan tinggi (high culture) yang pernah hidup dan tumbuh di alam aristokrasi,’’ tegasnya.

Amir tak menepis jika upaya membangkitkan imaji kerajaan ini tak lepas dari adanya motif ekonomi, seperti banyak kasus serupa yang pernah terjadi.

Dikatakan, keberhasilan membangkitkan imaji lama seperti itu, pada akhirnya ditentukan oleh sejauh mana imaji itu mendatangkan dukungan sebagai legitimasi. Maka untuk menghimpun dukungan, akan ada strategi pemasaraan (promosi) ide, hingga cara merekrut anggota.

Untuk membangun trust, mereka juga akan menggunakan berbagai cara, yang antara lain manfaatkan pula pendekatan mistisisme, membuat totem-totem (benda-benda sakral) baru yang dipersepsi mendatangkan tuah.

"’Pada saat totem-totem telah berhasil terpercaya, maka dari situ, totem-totem itu mulai dimanfaatkan sebagai investasi ekonomi yang menguntungkan,’’ tandasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Soal Penggeledahan Kantor PDIP, Ketua Komisi III: Penegakan Hukum Harus Independen dan Profesional

Soal indikasi penghalangan penggeledahan Kantor DPP PDIP, Herman Herry melihat isu itu masih simpang siur, belum ada keterangan resmi dari KPK.

NASIONAL | 14 Januari 2020

Periksa Politikus PKB, KPK Dalami Aliran Dana Suap Imam Nahrawi

Tim penyidik nampaknya mulai memeriksa para saksi yang berasal dari unsur legislatif.

NASIONAL | 14 Januari 2020

KPU Akan Kooperatif dalam Proses Penyidikan Kasus Wahyu Setiawan

KPU tidak akan menghalang-halangi KPK dalam penyelidikan kasus ini.

NASIONAL | 14 Januari 2020

Pegawai Honorer Ajuan Uji Materi Tiga Pasal UU ASN

Pemerintah dan DPR dianggap tidak serius menyikapi nasib para pegawai honorer.

NASIONAL | 14 Januari 2020

Romy Sebut Tokoh NU Titipkan Haris Hasanuddin untuk Jadi Kanwil Kemag

Kiai Asep mempromosikan Haris sebagai santrinya dan menitipkan Haris sebagai Kakanwi

NASIONAL | 13 Januari 2020

Mentan Syahrul Paparkan Terobosan Majukan Pertanian

Panen raya akan dimulai dari bulan Maret -April di lahan seluas 5 juta hektare

NASIONAL | 14 Januari 2020

Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Jawa Bagian Barat

Gelombang tinggi mencapai 1-1,5 meter berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian barat pada Selasa pukul 07.00-19.00 WIB.

NASIONAL | 14 Januari 2020

Ungkap Pembunuhan Hakim, Kapolda Sumut Terima Penghargaan

Pemberian penghargaan Promoter Reward oleh Lengkapi ini juga dihadiri oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Khusin Dwihananto bersama pejabat utama (PJU) Pol

NASIONAL | 14 Januari 2020

Pelindo IV Tanam Modal RP 89,75 Miliar di Sektor Perikanan Papua

“Proyek ini sudah dimulai pada tahun lalu dan diharapkan rampung pada 2020,” ujar Dirut PT Pelindo IV, Farid Padang.

NASIONAL | 13 Januari 2020

Harun Masiku Kabur Sebelum OTT, KPK Bantah Kecolongan

KPK membantah telah kecolongan dengan kaburnya caleg PDIP, Harun Masiku ke Singapura sebelum OTT dilakukan.

NASIONAL | 13 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS