Kemkeu Kawal Lima Prioritas Pemerintahan Jokowi di Tengah Pandemi
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Kemkeu Kawal Lima Prioritas Pemerintahan Jokowi di Tengah Pandemi

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 11:42 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemkeu) terus berupaya mengawal lima program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, meski di tengah tekanan akibat dampak pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan jajaran Kemkeu akan terus berupaya untuk dapat mendukung pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin dalam mencapai lima program prioritas yang diarahkan pada reformasi struktural di Indonesia, yaitu pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta transformasi ekonomi.

"Upaya dalam menjaga stabilitas domestik dan memperkuat reformasi dilakukan dengan menjaga konsumsi sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing untuk meningkatkan investasi dan ekspor, melakukan reformasi struktural dan menjaga stabilitas ekonomi-politik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai aktor ekonomi," ujar Sri Mulyani, dalam siaran pers, di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Menurut dia, meskipun di dalam masa pandemi Covid-19, Kemkeu terus responsif menghadapi perkembangan ekonomi domestik maupun global dengan menggunakan beragam kebijakan fiskal diantaranya refocusing dan realokasi anggaran, serta pemberian stimulus ekonomi.

Beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemkeu di bidang fiskal merupakan upaya pemerintah untuk terus melindungi masyarakat dan dunia usaha di tengah tekanan akibat pandemi.

Sri Mulyani menjelaskan, untuk stimulus I (Februari 2020), anggaran sebesar Rp 8,5 triliun ditujukan untuk penguatan ekonomi domestik melalui akselerasi belanja negara dan mendorong kebijakan belanja padat karya, serta stimulus fiskal sektoral bagi industri terdampak.

Untuk stimulus II (Maret 2020), anggaran sebesar Rp 22,5 triliun difokuskan untuk mendukung daya beli masyarakat dan mendorong kemudahan ekspor-impor melalui stimulus fiskal dan non-fiskal, serta kebijakan sektor keuangan.

Selanjutnya, untuk stimulus III (Maret 2020), sebesar Rp 405,1 triliun dianggarkan untuk kesehatan masyarakat dan perlindungan sosial, serta stabilitas sistem keuangan melalui dua pilar Perppu nomor 1/2020.

"Dua pilar ini penting karena terkait dengan kebijakan keuangan publik untuk kesehatan, jaring pengaman sosial, dukungan pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dunia usaha dan pemulihan ekonomi, serta kebijakan sektor keuangan," kata Sri Mulyani.

Dia mengungkapkan, untuk perluasan stimulus III, anggaran sebesar Rp 695,2 triliun atau setara 4,2% dari GDP dialokasikan untuk dua kategori besar yaitu kesehatan (sebesar Rp 87,55 triliun) dan pemulihan ekonomi (sebesar Rp 607,65 triliun).

Menkeu menambahkan, upaya refocusing dan realokasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah dilakukan agar APBN/APBD juga terus dilakukan agar dapat difokuskan pada upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

"Sebesar Rp 190 triliun anggaran belanja yang dihemat dan Rp 55 triliun anggaran direalokasi," ujar Sri Mulyani.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksinasi Covid-19 pada November Belum Pasti

Raden Pardede, mengatakan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada November 2020 sebetulnya belum pasti.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Ditutup Hari Ini, CMSE 2020 Hadirkan Lo Kheng Hong

Panitia Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2020 menghadirkan Lo Kheng Hong sebagai pembicara kunci di acara penutupan even tersebut pada Sabtu (24/10/2020).

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Rata-rata Frekuensi Transaksi Harian Saham Turun 9,28%

Rata-rata frekuensi transaksi saham harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan turun sebesar 9,28% menjadi 706,677 ribu kali transaksi.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Lewat InvestASIK, Danareksa Ajak Milenial Berinvestasi

InvestASIK mengajak milenial untuk mengatur dan menyisihkan dana.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

CMSE 2020 Jaring Puluhan Ribu Pengunjung

Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2020 yang diadakan secara virtual untuk pertama kalinya, disambut positif publik dan pelaku pasar modal Indonesia.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Harga Minyak Tertekan Produksi Libia dan Kekhawatiran Permintaan

WTI untuk pengiriman Desember kehilangan 79 sen atau 1,9% menjadi US$ 39,85 per barel.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Harga Emas Naik Ditopang Pelemahan Dolar

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik tipis hanya 0,6 dolar AS atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada US$ 1.905.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Sejak Awal Tahun, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 71,01 Triliun

EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp 7,28 triliun.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Pekan Ini, Kapitalisasi Bursa Naik ke Rp 5.943 Triliun

Frekuensi perdagangan selama sepekan turun 9,28 persen menjadi 706.677 kali transaksi dari 778.929 kali transaksi.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Menkop dan UKM: Pelaku UMKM Harus Tahan Banting

Pelaku UMKM harus tahan banting di tengah krisis.

EKONOMI | 24 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS