Logo BeritaSatu

Satgas: Kasus Covid-19 Meningkat di 3 Provinsi Bukan karena Omicron

Senin, 17 Januari 2022 | 14:30 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di 3 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten saat ini bukan karena adanya varian Omicron.

Wiku menjelaskan, peningkatan kasus di 3 wilayah ini karena tidak bisa dipungkiri daerah tersebut sebagai pusat ekonomi nasional dan sekaligus penyangga yang memiliki pintu masuk tersendiri menjadi pemicu mayoritas kenaikan kasus di daerah-daerah.

“Diketahui bahwa kenaikan kasus yang terjadi saat ini diakibatkan lebih banyak akibat transmisi komunitas,” kata Wiku saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (17/1/2021).

Adanya kenaikan kasus ini, lanjut Wiku, perlu adanya evaluasi kegiatan masyarakat secara lebih intensif agar kenaikan kasus tidak terjadi di daerah lainnya melalui penyesuaian level kabupaten/kota sesuai kondisi kasus di daerah masing-masing.

Sebelumnya, epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono meminta masyarakat tak perlu panik dengan laporan data harian Covid-19 meningkat mencapai 1.054 kasus, Sabtu (15/1/2022).

Riono menyebutkan, laporan data nasional kasus harian Covid-19 tersebut tidak mencerminkan kasus Covid-19 di masyarakat. Pasalnya, data tersebut sebagian besar merupakan kasus Covid-19 dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

“Data itu sebagian besar dari kasus perjalanan luar negeri dari hasil skrining bukan data dari kasus di masyarakat,” kata Riono saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (16/11/2021).

Riono menegaskan, untuk memastikan kasus Covid-19 meningkat di Indonesia harus melihat tren data Covid-19 di masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini, penularan di masyarakat masih melandai termasuk keterisian pasien di rumah sakit rujukan Covid-19.

“Penularan di masyarakat masih landai, rumah sakit juga masih datar. Enggak ada tanda-tanda itu (peningkatan penularan),” tukasnya.

Agar masyarakat tidak panik, Riono menyarankan pemerintah untuk memisahkan kasus hasil screening dari PPLN dengan kasus penularan di masyarakat. Ia menyebutkan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan hal tersebut.

“Di DKI Jakarta itu sudah dipisahkan yang PPLN berapa dan yang non PPLN berapa kasus, supaya masyarakat jangan bingung,” terangnya.

Dikatakan Pandu, kasus Covid-19 dari PPLN tidak berdampak bagi peningkatan kasus dalam negeri. Sebab, mereka langsung melakukan screening ketika tiba di Tanah Air. Bagi yang terdeteksi Covid-19 langsung diisolasi.

“Jadi itu bukan data Indonesia, data dihitungkan ketika masuk Indonesia. Penularan juga bukan di Indonesia. Penularan mereka terjadi selama perjalanan di luar negeri,” ucapnya.

Menurut Riono, kondisi pandemi sedang melandai ini, sebaiknya dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan vaksinasi baik itu vaksin dosis lengkap yakni 2 dosis atau vaksin booster.

“Mumpung belum lonjak kasusnya, kejar vaksinasi. Masyarakat belum vaksinasi segera divaksin dan yang sudah lengkap dikasih booster,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KPPPA Gandeng UGM Siapkan Aturan Pelaksana UU TPKS

Kementerian PPPA menggandeng UGM untuk menyiapkan aturan pelaksana Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).  

NEWS | 18 Mei 2022

Penolakan Singapura Terhadap UAS, Begini Respons NU

Keputusan Singapura menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) atau not to land mendapatkan tanggapan dari NU.

NEWS | 18 Mei 2022

Airlangga Optimistis Koalisi Indonesia Bersatu Menang Pemilu

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimistis Koalisi Indonesia Bersatu akan memenangkan Pemilu 2024.

NEWS | 18 Mei 2022

Orang Tua dan Guru Harus Pantau Remaja Agar Tidak Kecanduan Gawai

Orang tua dan guru bimbingan dan konseling (BK) perlu berkolaborasi memantau risiko kecanduan gawai pada remaja termasuk saat pandemi Covid-19.

NEWS | 18 Mei 2022

Kepuasan Publik terhadap Jokowi Meningkat karena Mudik 2022

Kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami peningkatan karena keberhasilan pemerintah dalam penyelenggaraan mudik Lebaran 2022.

NEWS | 18 Mei 2022

Survei SMRC: 76,7% Warga Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi

Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai 76,7 persen. Hal tersebut mengacu survei SMRC.

NEWS | 18 Mei 2022

Penghapusan Tes Covid-19 bagi Pelaku Perjalanan Adaptif

Tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) atau luar negeri (PPLN) bersifat adaptif atau menyesuaikan dengan situasi serta kondisi.

NEWS | 18 Mei 2022

Kerja Sama KSP dengan Pihak Lain Dilakukan Sesuai Ketentuan Hukum

Deputi V Kantor Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodawardhani menegaskan, kerja sama KSP dengan pihak lain dilaksanakan sesuai ketentuan hukum.

NEWS | 18 Mei 2022

Pekan Ini, Masyarakat Terkoneksi Sapa Warga Bahas PMK Hewan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kembali menggelar program Masyarakat Terkoneksi Sapa Warga dengan tema kewaspadaan terhadap PMK.

NEWS | 18 Mei 2022

Airlangga Bantah Isu Adanya Kudeta di Partai Golkar

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membantah kabar adanya kudeta di Partai Golkar. Airlangga memastikan Golkar solid menghadapi Pemilu 2024.

NEWS | 18 Mei 2022


TAG POPULER

# Lin Che Wei


# UAS


# Cabul


# Atribut Keagamaan


# Tes Covid-19


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
G-20 Empower Dorong Kepemimpinan Perempuan Lebih Banyak

G-20 Empower Dorong Kepemimpinan Perempuan Lebih Banyak

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings