Logo BeritaSatu

Tjandara Yoga: Belum Ada Bukti Ilmiah Perlunya Vaksin Booster Keempat

Senin, 17 Januari 2022 | 16:59 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Program vaksinasi booster Covid-19 atau vaksinasi dosis ketiga telah berlangsung di sejumlah negara di dunia. Namun, apakah akan dilakukan pemberian booster tahap selanjutnya atau dosis keempat, sampai saat ini masih belum ada bukti ilmiah tentang hal itu.

Hal tersebut dikatakan mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan pers tertulis diterima Beritasatu.com, Senin (17/1/2021).

Tjandra Yoga menyebutkan, pemberian booster vaksin yang baru berlangsung beberapa bulan ini belum memiliki bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyatakan apakah nantinya diperlukan booster keempat atau lanjutan termasuk durasi pemberian booster lanjutan.

“Kita juga tahu bahwa sudah ada negara yang memulai pemberian vaksin Covid-19 dosis keempat pada warganya. Kita tunggu data ilmiah lebih lanjut yang tentunya menjadi dasar pengambilan kebijakan publik,” ujar Tjandra Yoga yang juga direktur Pascasarjana Universitas Yarsi.

Tjandra Yoga menyebutkan vaksinasi booster diberikan kepada mereka yang sudah selesai mendapatkan vaksinasi Covid-19 primer atau dua dosis lengkap setelah 6 bulan penyuntikan. Pemberian booster bertujuan mengembalikan efektifitas vaksin sehingga membaik kembali.

Sampai akhir 2021, lanjut Tjandra Yoga, WHO mencatat setidaknya ada 126 negara di dunia yang sudah memberi rekomendasi untuk vaksin booster atau tambahan, dan lebih dari 120 negara yang sudah mulai mengimplementasikannya.

Salah satunya, Australia melalui “Australian Technical Advisory Group on Immunization (ATAGI) memberi rekomendasi penggunaan vaksin Moderna dan Pfizer sebagai booster. Pihak otoritas kesehatan Australia baru akan menggunakan vaksin Astrazeneca sebagai booster pada mereka yang vaksin primernya adalah Astrazeneca dan ada dalam kontraindikasi untuk mendapat booster dengan vaksin mRNA.

Tjandra Yoga menjelaskan, secara umum pada dasarnya pemberian booster dengan vaksin mRNA memang untuk meningkatkan antibodi yang disebut imunitas humoral, dan juga mengaktifkan sel T yang dikenal dengan imunitas seluler.

“Beberapa negara juga menggunakan vaksin Moderna setengah dosis untuk pemberian booster karena efek proteksi booster-nya tetap terjamin baik, dan tentunya juga jadinya dapat mencakup lebih banyak orang. Kebijakan di negara kita tentu sudah berdasar kajian oleh BPOM, ITAGI dan Kemenkes,” ucapnya.

Selanjutnya, Tjandra Yoga juga menyampaikan, CDC Amerika Serikat (AS) merekomendasikan vaksin booster Pfizer-BioNTech atau Moderna Covid-19 setidaknya 5 bulan setelah pemberian vaksin primer mRNA vaccine atau Pfizer-BioNTech atau Moderna, dan setidaknya 2 bulan setelah pemberian vaksin primer Johnson & Johnson.

“Kalau booster Pfizer-BioNTech atau Moderna tidak dapat diberikan maka pilihan lain adalah booster dengan vaksin Johnson & Johnson,” ucapnya.

Ia juga memaparkan bahwa AS juga merekomendasikan pemberian vaksin tambahan, waktunya setidaknya 28 hari sesudah vaksinasi primer pada pada lansia yang membutuhkannya, dan mereka yang dengan gangguan imunologis sedang dan berat.

Kemudian, di Inggris menggunakan 3 jenis vaksin yang dapat digunakan sebagai booster, yaitu Pfizer, Moderna dan Oxford/Astrazeneca. Tetapi memang lebih dianjurkan penggunaan vaksin mRNA yaitu Pfizer atau Moderna sebagai booster.

“Apapun jenis vaksin primer yang pernah diterima sebelumnya. Kalau karena alasan medik atau alergi maka seseorang tidak dapat disuntik vaksin Pfizer atau Moderna maka tentu dapat diberikan vaksin Astrazeneca.,” ucapnya.

Dikatakan Tjandra Yoga, berdasarkan data penelitian dari UK Health Security Agency menunjukkan bahwa 2 minggu sesudah pemberian booster maka level proteksi akan naik sampai 93,1% pada mereka yang vaksin primernya Astrazeneca dan naik menjadi 94% pada yang vaksin primernya adalah Pfizer.

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa risiko masuk rumah sakit akibat infeksi Omicron turun 65% pada mereka yang sudah divaksin dua kali dan turun 81% pada yang sudah divaksin 3 kali. Adapun penelitian lain dari Skotlandia menyebutkan mereka yang sudah mendapat vaksinasi dosis ketiga atau booster punya risiko 57% lebih rendah untuk menunjukkan gejala-gejala sesudah terinfeksi Omicron.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Tinjau Rumah Resiliensi Indonesia di Bali

PresidenJokowi meninjau Rumah Resiliensi Indonesia di Pameran Solusi Kebencanaan Adexco 2022 di Bali Art Collection, Bali.

NEWS | 25 Mei 2022

Wajib Pajak Segera Manfaatkan Program Pengungkapan Sukarela

Kantor Staf Presiden RI mendorong wajib pajak untuk segera memanfaatkan Program Pengungkapan Sukarela (PPS).

NEWS | 25 Mei 2022

Moderna Uji Bakal Vaksin Cacar Monyet

Moderna Inc sedang menguji bakal vaksin terhadap cacar monyet dalam tahapan uji pra-klinis.

NEWS | 25 Mei 2022

Hikmahbudhi Salurkan 8 Ton Beras ke Panti Asuhan di Jakarta

Hikmahbudhi atau Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia memperingati hari lahir yang ke 51, tepatnya pada 16 Mei 2022.

NEWS | 25 Mei 2022

Buka GPDRR di Bali, Jokowi Tawarkan 4 KonsepResiliensi Berkelanjutan

Presiden Jokowi menawarkan empat konsep resiliensi berkelanjutan sebagai solusi untuk menjawab tantangan risiko sistemik menghadapi berbagai bencana.

NEWS | 25 Mei 2022

UBL Masuk 100 Kampus Terbaik di Indonesia Versi Webometrics

Selain itu, Universitas Budi Luhur (UBL) meraih peringkat ke-31 dalam Universitas Indonesia (UI) GreenMetric 2021

NEWS | 25 Mei 2022

Pengusaha Jamu Perlu Segera Daftarkan Merek Gabungan

Pengusaha Jamu Indonesia (GP Jamu) perlu segera mendaftarkan merek gabungan di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI).

NEWS | 25 Mei 2022

PBB Apresiasi Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia

PBB atau Persatuan Bangsa-bangsa mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia selama ini.

NEWS | 25 Mei 2022

Surat Dakwaan Rahmat Effendi Dkk Dilimpahkan ke Pengadilan

Suurat dakwaan kasus dugaan suap Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung.

NEWS | 25 Mei 2022

Sri Lanka Naikkan Harga BBM untuk Atasi Krisis Ekonomi

Sri Lanka menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk memperbaiki keuangan publik dan memerangi krisis ekonomi.

NEWS | 25 Mei 2022


TAG POPULER

# BRI Majalengka


# Perumahan Pantai Mutiara


# UU PPP


# UAS


# Harga CPO


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Moderna Uji Bakal Vaksin Cacar Monyet

Moderna Uji Bakal Vaksin Cacar Monyet

NEWS | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings