Logo BeritaSatu

60% Ibu Tidak Bahagia Saat Proses Menyusui

Minggu, 7 Agustus 2022 | 16:59 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Hasil penelitian terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan 6 dari 10 (60%) ibu merasa tidak bahagia saat menjalankan proses menyusui karena kurang mendapat dukungan. Hanya 44% ibu menyusui merasa bahagia dalam menjalankan proses menyusui karena dukungan yang optimal. Demikian disampaikan Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK dan associate researcher Bunga Pelangi, MKM dalam diskusi virtual Pekan ASI 2022 untuk menyambut Pekan ASI Sedunia pada 1-7 Agustus.

“Penelitian kami menemukan fakta bahwa terdapat hampir 60% atau 6 dari 10 ibu menyusui yang merasa tidak bahagia dengan proses menyusui selama pandemi. Dari penelitian kami pada 1.920 responden ibu menyusui diketahui bahwa penyebab utama perasaan tidak bahagia adalah karena aspek dukungan yang diharapkan tidak maksimal,” ungkap Dr Ray dalam keterangan pada Sabtu (6/8).

Dia menambahkan, bahwa secara umum sebanyak 90% atau 1.810 responden menyatakan perlunya didukung oleh suami, khususnya pada dukungan psikologis dan dukungan ke layanan kesehatan. Sementara itu, pihak kedua yang perlu mendukung ibu menyusui adalah anggota keluarga, khususnya ibu dari ibu menyusui (59% atau 1.182 responden).

“Dukungan utama yang diharapkan adalah memang dari suami dan core family atau keluarga inti. Dan ternyata mayoritas ibu menyusui pada responden penelitian ini menunjukkan tidak mendapat dukungan ini. Ketika dukungan ini hilang, dan ibu menyusui merasa tidak bahagia dengan proses laktasi, maka potensi gagal ASI sangat besar dan ibu juga bisa mengalami konsekuensi stres,” kata Ray yang merupakan praktisi kesehatan komunitas dan kedokteran kerja dari Health Collaborative Center (HCC).

Selain iu, faktor kedekatan antar perempuan serta ibu ke anak dan sebaliknya menjadi hal krusial dalam meningkatkan perilaku menyusui. Ada pun dukungan yang dibutuhkan, adalah terkait dukungan informasi terhadap pengalaman dan praktik baik dalam menyusui.

“Nah ketika ibu menyusui kehilangan core support terutama dari suami maka proses menyusui kemudian menjadi sekadar menjalankan fungsi biologis memberi makan bayi saja, dan kehilangan esensi untuk memberi kedamaian dan kebahagiaan secara emosional atau psikologi bagi ibu sendiri. Ini sebenarnya harus dihindari, karena dalam proses menyusui ibu juga butuh bahagia, tidak stress dan menikmati prosesnya. Jadi, dari penelitian ini kami secara gamblang ingin menegaskan bahwa suami menjadi aktor utama dalam sistem dukungan kesuksesan menyusui,” ungkap Dr. Ray yang sering memberi edukasi laktasi lewat akun Instagram @ray.w.basrowi

Berdasarkan fakta yang ditemukan oleh HCC, dukungan suami merupakan yang paling penting untuk ibu menyusui. Agar hal tersebut dimungkinkan, sebanyak lebih dari 80% responden menyatakan sangat setuju terhadap peraturan rencana hak cuti 40% untuk suami siaga. Sejumlah 74% responden menyatakan bahwa hal tersebut guna mendukung proses pemulihan setelah melahirkan.

Dalam rangka menyediakan lingkungan yang mendukung, sebanyak 95% responden setuju terhadap peraturan rencana cuti 6 bulan untuk ibu menyusui. Kebijakan tersebut dianggap oleh 83% (1.657) responden dapat mendukung proses menyusui secara lebih optimal dan sebanyak 33% (668) responden meyakini kebijakan tersebut menjadi jaminan agar tetap memiliki pekerjaan saat proses adaptasi menyusui.

Rekomendasi HCC

Dari penelitian tersebut, maka HCC merekomendasikan agar upaya edukasi di fasilitas kesehatan dapat melibatkan pesan kunci terkait dukungan psikologis dan pelibatan suami serta anggota keluarga; dukungan psikologis dengan penyediaan konseling ASI secara online maupun langkah taktis mendukung psikologis ibu di tingkat keluarga; dan menggunakan pendekatan keluarga dalam memberdayakan setiap anggota keluarga untuk mendukung Ibu memberikan ASI.

Menurut Bunga, penelitian ini menggunakan model sosio-ekologi yang merupakan pendekatan komprehensif di bidang kesehatan masyarakat. Yang mana tidak sekadar ditujukan melihat faktor risiko pada individu, tetapi juga aspek norma, kepercayaan dan sistem sosial ekonomi.

“Metode penelitian ini sudah valid untuk mendapat data superfisial terkait faktor dan aktor siapa saja yang bisa mendukung ibu menyusui untuk sukses menyusui, dan tentunya tetap membuat ibu bahagia dan sehat.”

Bunga juga menegaskan, melalui metode tersebut, dapat diketahui temuan lain pada penelitian bahwa hal yang dapat memotivasi agar anggota keluarga mendukung ibu memberikan ASI, adalah adanya persepsi positif bahwa hal tersebut sudah menjadi kewajiban/keharusan dan merupakan bentuk nyata dari keluarga dalam membantu ibu menyusui.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

30 Tahun di Indonesia, AQUA Japan Hadirkan AC Sekaligus Air Purifier

AQUA Japan meluncurkan AC terbaru WXW Series AQA – KRV10WXW, bukan hanya sebagai penyejuk udara namun sebagai air purifier.

LIFESTYLE | 2 Oktober 2022

Transisi Endemi, Bisnis Kecantikan dan Skincare Melesat

Bisnis kecantikan dan perawatan kulit atau skincare diyakini akan terus meningkat di masa transisi endemi Covid-19.

LIFESTYLE | 2 Oktober 2022

Karya Desain Interior Arkadia Works Mendunia Melalui Batik

The Tales of Batik merupakan konsep desain dari Arkadia Works yang diterapkan untuk kantor Concentrix.

LIFESTYLE | 2 Oktober 2022

Buka Cabang di Serang, Kasoem Vision Care Berikan Pemeriksaan Penglihatan

Kasoem Vision Care memberikan layanan pemeriksaan pengelihatan saat menggelar grand opening store di Mall of Serang, Serang, Banten, Minggu (2/10/2022)

LIFESTYLE | 2 Oktober 2022

Asus ExpertBook B7 Flip, Laptop dengan Slot SIM Card 5G

Asus memiliki varian laptop bisnis ExperBook B7 Flip yang dibekali dengan slot sim card untuk menghadirkan konektivitas 5G.

LIFESTYLE | 30 September 2022

Konten Prank Baim Wong soal KDRT Rendahkan Institusi Polisi

Artis Baim Wong dan Paula Verhouven tengah menjadi sorotan dan membuat geram warganet usai keduanya membuat konten prank KDRT.

LIFESTYLE | 2 Oktober 2022

14 Tahun di Indonesia, Happycall Terus Kembangkan Teknologi Mutakhir

Happycall memasuki pasar Indonesia pada 2008 dan tahun ini menandai hari jadi happycall Indonesia yang ke-14 yang jatuh pada 30 September 2022.

LIFESTYLE | 2 Oktober 2022

Buat Konten Prank KDRT, Baim Wong dan Paula Dihujat Warganet

Akun sosmed pasangan artis Baim Wong dan Paula Verhoeven menjadi bahan hujatan warganet karena membuat konten prank melaporkan KDRT ke kepolisian.

LIFESTYLE | 2 Oktober 2022

Hari Batik Nasional 2022, PPI DKI Jakarta Gelar Parade 100 Perempuan Berkebaya

Memperingati Hari Batik Nasional 2022, PPI DKI Jakarta menggelar Parade 100 Perempuan Berkebaya di Mall Kasablanka.

LIFESTYLE | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan Jadi Trending Topics di Twitter

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) di Kanjuruhan jadi perhatian warganet.

LIFESTYLE | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

NEWS | 33 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings