4 Fakta Truk‎ Kontainer Terguling di Rest Area KM 97

4 Fakta Truk‎ Kontainer Terguling di Rest Area KM 97
Truk kontainer jenis "tractor head" mengalami rem blong dan terguling di tempat istirahat KM 97 Tol Cipularang‎, Jumat petang, 17 Januari 2020. ( Foto: istimewa )
Mikael Niman / YUD Sabtu, 18 Januari 2020 | 22:41 WIB

Purwakarta, Beritasatu.com - ‎Beberapa fakta terkuak saat truk kontainer terguling di tempat istirahat KM 97 Tol Cipularang, Jumat (17/1/2020) petang. Mulai dari rem blong, sopir tak miliki Surat Izin Mengemudi (SIM), kendaraan tak layak beroperasi hingga kelebihan muatan. Empat fakta ini, kini sedang dalam proses penanganan pihak Kepolisian setempat.

Berdasarkan informasi dari Kepolisian, kecelakaan tunggal truk kontainer di tempat istirahat KM 97B Tol Cipularang disebabkan oleh rem blong. Tidak hanya itu, pengendara truk kontainer dengan plat nomor B 9766 UO milik PT Gemilang Indah Jaya, juga ditemukan tidak memiliki SIM.

"Berdasarkan informasi dari PJR (Patroli Jalan Raya) Cipularang dan data petugas di lapangan, rem blong merupakan faktor penyebab overspeed truk kontainer tersebut ketika memasuki rest area sehingga terguling dan berdampak pada kendaraan lainnya," ujar General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Pratomo Bimawan Putra, Sabtu (18/1/2020).

Dia mengatakan, tidak ditemukan SIM pada pengendara truk kontainer sehingga selain dari segi kendaraan yang tidak layak operasi, pengendara juga tidak memenuhi syarat untuk dapat melakukan perjalanan.

"Penanganan kecelakaan kemudian ditangani lebih lanjut oleh Polres Purwakarta," tuturnya.

Sementara itu, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, sangat menyayangkan kecelakaan kendaraan Non Golongan I akibat rem blong atau tidak layaknya kendaraan, kembali terjadi.

"Sebanyak 46% kasus kecelakaan di Jalan Tol Jasa Marga melibatkan kendaraan Non Golongan I. Padahal, persentase kendaraan Non Golongan I hanya sekitar 8% dari jumlah keseluruhan kendaraan yang melintas di jalan tol Jasa Marga," beber Heru.

Dia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan terutama dalam hal ini adalah pengusaha logistik, untuk memastikan kelayakan kendaraan sebelum memulai perjalanan dan menyeleksi secara ketat para pengendara untuk memenuhi aturan dalam berlalu lintas termasuk mengecek surat-surat yang masih berlaku.

"Kendaraan yang tidak layak operasi, dan ditambah lagi dikendarai oleh pengendara yang tidak memenuhi syarat berkendara, akan berakibat fatal dalam perjalanan dan merugikan pengguna jalan lainnya seperti yang terjadi kemarin," ungkapnya.

Menanggapi kecelakaan tunggal di tempat istirahat KM 97 Tol Cipularang tersebut, "Road Safety Consultant" dari Jasa Marga Safety Driving Academy, Eko Reksodipuro, mengatakan tidak layaknya kendaraan dapat terlihat juga dari sisi kontainer bagian depan.

"Dapat terlihat dari video CCTV yang tersebar di masyarakat, kontainer bagian depan tidak terkunci dengan baik. Karena selain overload, yang berbahaya juga adalah unstable load seperti truk tangki yang tidak penuh isinya, kontainer yang muatannya bisa begerak hingga kunci pengaman kontainer di trailer tidak terpasang baik," kata Eko.

Jasa Marga telah menyelesaikan proses evakuasi truk kontainer truk terguling sekitar pukul 15.00 WIB tadi.

Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan dua unit mobile crane dengan kapasitas masing-masing sebesar 45 ton. Selama proses evakuasi, operasional tempat istirahat tetap berjalan normal.



Sumber: Suara Pembaruan