Logo BeritaSatu

Achmad Minta Pemerintah Selesaikan Masalah Petani Sawit

Senin, 27 Juni 2022 | 18:44 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota DPR RI, Achmad, mempertanyakan keberadaan pemerintah saat petani sawit saat ini menjerit dan menderita akibat harga tandan buah segar (TBS) jatuh di harga paling rendah dan ditambah lagi harga pupuk yang melambung tinggi.

Dia menuntut pemerintah untuk bertanggungjawab dan hadir menyelesaikan masalah ini supaya masyarakat tidak menambah keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Advertisement

"Pemerintah harus bertanggung jawab atas kondisi yang dialami para petani khususnya petani sawit di seluruh Indonesia. Pemerintah harus segera mengatasinya secara tuntas dan tidak hanya memberikan solusi yang akan menimbulkan masalah baru lagi," kata Achmad dalam keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).

Politisi Demokrat itu menuding pemerintah tidak melakukan upaya konkret untuk memperlihatkan keberpihakan kepada petani dengan membiarkan persoalan harga pupuk yang tidak sebanding lagi dengan hasil kebun petani.

"Harga TBS sangat rendah. Per hari ini harga TBS Rp 600/kg. Dan harga pupuk sawit yang sangat mahal. Di saat kondisi petani sawit seperti ini negara tidak hadir. Ya seperti itulah kondisinya. Di mana saat ini negara?" tambah Achmad.

Menurut Achmad, jika pemerintah tidak mengambil kebijakan yang betul-betul memihak kepada petani, sama saja dengan mengabaikan nasib 17 juta petani sawit dan pekerjanya.

"Ini berakibat fatal nantinya terhadap petani sawit mandiri dan kebun masyarakat. Mereka akan terancam kehidupannya," tegas Achmad.

Legislator dari dapil Riau II itu menyebut, saat harga TBS stabil dan naik, harga pupuk di tingkat petani juga terus merangkak naik. Namun ini tidak sebanding ketika harga TBS itu turun drastis, sementara harga pupuk terus naik.

"Waktu harga sawit naik, pupuk naik. Tatkala harga TBS turun, harga pupuk tetap tinggi. Ini kan hantaman bagi petani karena sudah tidak sebanding lagi antara hasil produksi sawit dengan operasionalnya.Masyarakat akan meninggalkan kebun mereka karena tidak sesuai hasilnya lagi," papar Achmad.

Achmad menyebut, kekacauan harga TBS kelapa sawit karena pemerintah gagal mengambil kebijakan dan menyelesaikan kisruh harga crude palm oil (CPO) yang berdampak tragis.

Situasi ini semakin memprihatinkan setelah pemerintah mencabut larangan ekspor CPO. Meskipun harga CPO Rotterdam naik-turun tipis pada akhir-akhir ini, namun masih baik secara ekonomi.

"Namun permasalahannya harga CPO Rotterdam tersebut tergerus sampai 62% saat tender CPO di KPBN (Rp 8.000/kg CPO) dan tentunya di level harga TBS petani pasti lebih anjlok lagi, yaitu kisaran 92% (Rp.1.700/kg TBS) dengan catatan rendemen TBS Petani sebesar 21%. Kenapa bisa begitu," kata Achmad lagi.

“Tidak ada pilihan lagi. Konkretnya, segera cabut itu DMO/DPO dan FO, pasti ekspor langsung lancar, hanya itu obatnya," tegas Achmad.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Badai Pasir Landa Madinah, Jemaah Haji Indonesia Dipastikan Aman

Badai pasir mewarnai pemulangan jemaah haji Indonesia di Bandara Udara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdulaziz, Madinah.

NEWS | 8 Agustus 2022

Prabowo dan Cak Imin Pimpin Pendaftaran Gerindra-PKB ke KPU

Pendaftaran Partai Gerindra dan PKB sebagai parpol calon peserta Pemilu 2024 di KPU akan dipimpin langsung oleh Prabowo Subianto dan Cak Imin.

NEWS | 7 Agustus 2022

Dua Bocah Tenggelam Saat Berenang di Kali Bekasi

Dua bocah tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di Kali Bekasi, Perumahan Kemang Pratama 5, Kota Bekasi, Minggu (7/8/2022) siang.

NEWS | 7 Agustus 2022

Ledakan Tangki Penyimpanan BBM di Kuba, 17 Orang Hilang

Ledakan tangki penyimpanan BBM di pelabuhan supertanker dekat pelabuhan Matanzas di Kuba pada Sabtu (6/8/2022), mengakibatkan 17 orang hilang

NEWS | 7 Agustus 2022

Ulama di Jawa Barat Doakan Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Sahabat Ganjar bersama ulama, ustaz, dan ustazah di Jawa Barat mendoakan Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024. 

NEWS | 7 Agustus 2022

Berangkat dari Masjid Sunda Kelapa, Gerindra dan PKB Akan Daftar Bareng ke KPU

Masjid Sunda Kelapa menjadi titik keberangkatan kader Gerindra dan PKB untuk bersama melakukan pendaftaran parpol calon peserta Pemilu 2024 di KPU, besok.

NEWS | 7 Agustus 2022

Twitter Diretas, 5 Juta Data Pribadi Pengguna Mungkin Bocor

Twitter diretas dan data pribadi lima juta penggunanya mungkin bocor. Sistem bug memungkinkan peretas mencuri data pribadi

NEWS | 7 Agustus 2022

Boyamin MAKI Ungkap Sumber Kisruh Kasus LNG Pertamina

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman membocorkan kasus dugaan korupsi pembelian liquefied natural gas (LNG) di PT Pertamina. 

NEWS | 7 Agustus 2022

Moeldoko: Rapatkan Barisan, Negara Sedang Hadapi Ujian Berat

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan negara sedang menghadapi ujian berat, yakni ancaman krisis pangan, energi, dan ketidakpastian global.

NEWS | 7 Agustus 2022

Ukraina Peringatkan Bahaya Bom Atom di Pembangkit Nuklir

Ukraina memperingatkan bahaya bom atom di pembangkit listrik tenaga nuklir (NPP) Zaporizhzhia pada Jumat (5/8/2022).

NEWS | 7 Agustus 2022


TAG POPULER

# Ferdy Sambo


# Bharada E


# Polisi Tembak Polisi


# Liga Inggris


# Man City


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Badai Pasir Landa Madinah, Jemaah Haji Indonesia Dipastikan Aman

Badai Pasir Landa Madinah, Jemaah Haji Indonesia Dipastikan Aman

NEWS | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings