Logo BeritaSatu

Gubernur Ganjar Usul Penanganan Wabah PMK Berbasis Zona

Senin, 27 Juni 2022 | 21:21 WIB
Oleh : JNS

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan dalam penanganan atau karantina penyakit mulut dan kuku (PMK) lebih baik berbasis zona, bukan wilayah pemerintahan. Hal itu untuk mengantisipasi pergerakan hewan ternak dan elemen lain pembawa virus di sekitar wilayah terdekat.

"Tadi ada yang usul basis desa atau kecamatan. Kalau menurut saya zona, apakah desa dan beberapa desa atau kecamatan dan beberapa kecamatan, sehingga tidak restriktif atau terbatas hanya di wilayah satu pemerintahan. Kadang-kadang kan sapinya juga piknik-piknik, kambingnya piknik-piknik, dan ini tidak hanya sapi saja, ada kerbau, ada babi, ada kambing ya, jadi hewan yang kuku belah," katanya usai mengikuti rapat koordinasi secara daring bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan terkait penanganan PMK, Senin (27/6/2022).

Advertisement

Ganjar memberikan contoh dari beberapa kasus yang ditracing ditemukan indikasi bahwa hewan ternak di satu lokasi tidak pernah keluar kandang tetapi tetap terinfeksi PMK. Kuat dugaan penularan terjadi karena ada hewan ternak lain seperti kambing yang berkeliaran di sekitar kandang. Maka dari itu diperlukan karantina untuk hewan ternak kuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi.

"Ini yang penting untuk dilakukan dan SOPnya kita siapkan karena penularan virusnya itu airborne, jadi dibawa udara dan jauh lebih berbahaya. Sejauh ini belum ada masker untuk sapi jadi agak riskan memang penularannya," katanya.

Ganjar menjelaskan, PMK telah menjadi PR bersama karena penyebaran atau penularan kasusnya menjadi cukup eksponensial. Meski demikian Ganjar optimis penyakit ini dapat dikendalikan karena masyarakat sudah memiliki pengalaman dalam menghadapi pandemi Covid-19. Menurut Ganjar, satu hal penting untuk penanganan kasus ini adalah data.

"Nah siapa yang mendata, sementara ini kan ada penyuluh. Kita mempercayakan kepada kawan-kawan yang sering berhubungan dengan ternak, kelompok ternak, dan seterusnya. Teman-teman yang bekerja sebagai inseminator biasanya juga sangat akrab sama sapi, ini juga bisa digunakan. Kampus dan mahasiswa bisa digunakan, konsepnya sudah ada," jelas Ganjar.

Selain itu di Jawa Tengah juga ada Jogo Ternak dan Bolo Ternak yang harus dimaksimalkan betul untuk mengecek agar tidak hanya menjadi jargon semata. Ganjar juga memberikan arahan kepada dinas terkait mengenai langkah penanganan di Jawa Tengah. Salah satunya tentang percepatan vaksinasi hewan.

"Beberapa item tadi kita sampaikan kepada kawan-kawan dinas setelah rapat dengan Menko Marves agar dilakukan percepatan karena faktanya memang kebutuhan vaksin kita masih jauh dari yang ada," ungkapnya.

Sejauh ini jumlah vaksin yang sudah diperoleh Jawa Tengah baru 75.500 dosis. Padahal jumlah hewan ternak, baik sapi maupun kerbau, yang ada di Jawa Tengah sekitar 2,1 juta ekor. Agar semua dapat divaksinasi maka membutui sekitar 6 juta vaksin.

"Kita butuh kira-kira 6 jutaan vaksin karena akan ada tiga kali. Minimal kalau enam bulan ke depan ini bisa disuntik vaksin pertama itu bisa cepat. Maka saya minta carikan vaksinnya ada di mana. Tadi keputusannya Kementan sudah ada ahlinya untuk melakukan atau membuat vaksin sendiri. Kalau perlu impor ya impor tetapi tadi diperintahkan oleh Menko Marves dicari produk yang dalam negeri. Sejauh mana bisa dilakukan sehingga kita akan bisa melakukan isolasi atau karantina-karantina," katanya.

Dalam rapat bersama Menko Marves, Ganjar juga menyampaikan temuan di lapangan terkait pergerakan hewan maupun pedagang hewan. Ia mengatakan bahwa karantina hewan ternak sudah dikarantina di kandang dan tidak pergi ke mana-mana. Tetapi pada saat itu justru pedagang bergerak dari kandang ke kandang. Hal itu menjadi salah satu yang harus diwaspadai karena bisa jadi para pedagang itu bisa membawa virus.

"Ketika blantiknya, orang yang jual-beli ternaknya keliling hati-hati karena itu juga bisa membawa virus. Jadi maunya hanya melihat-lihat terus kemudian ternyata ia membawa dari satu kandang ke kandang yang lain. Itu juga perhatian musti dilakukan," ujar Ganjar.

Ganjar juga sedang menghitung kebutuhan PCR, lab, dan peralatan, serta obat-obatan yang dibutuhkan. Ia meminta agar ada hitungan total terkait semua kebutuhan itu. Selanjutnya bicara terkait pendanaan, setiap kabupaten/kota dan provinsi sedang menyiapkan anggaran untuk penanganan PMK.

"Terakhir tentu kita bicara soal sumber dana dan dampaknya. Sumber dana dari pusat akan ada PEN yang akan dikeluarkan, tadi ada kurang lebih Rp 4,6 triliun dan sedang dibicarakan dengan Menteri Keuangan. Daerah juga menyiapkan baik di level kabupaten/kota maupun provinsi. Setelah ada hitungan ekonominya tentu kita akan menghitung dampak sosial ekonominya. Kalaulah kemudian diasumsikan kelak di kemudian hari akan ada ganti rugi mudah-mudahan nanti petani itu tenang, peternak itu tenang, dan memang nggak perlu heboh maka yang paling bagus sebelum vaksinnya lebih masif, upayakan semua ternaknya tidak bergerak," pungkas Ganjar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Badai Pasir Landa Madinah, Jemaah Haji Indonesia Dipastikan Aman

Badai pasir mewarnai pemulangan jemaah haji Indonesia di Bandara Udara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdulaziz, Madinah.

NEWS | 8 Agustus 2022

Prabowo dan Cak Imin Pimpin Pendaftaran Gerindra-PKB ke KPU

Pendaftaran Partai Gerindra dan PKB sebagai parpol calon peserta Pemilu 2024 di KPU akan dipimpin langsung oleh Prabowo Subianto dan Cak Imin.

NEWS | 7 Agustus 2022

Dua Bocah Tenggelam Saat Berenang di Kali Bekasi

Dua bocah tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di Kali Bekasi, Perumahan Kemang Pratama 5, Kota Bekasi, Minggu (7/8/2022) siang.

NEWS | 7 Agustus 2022

Ledakan Tangki Penyimpanan BBM di Kuba, 17 Orang Hilang

Ledakan tangki penyimpanan BBM di pelabuhan supertanker dekat pelabuhan Matanzas di Kuba pada Sabtu (6/8/2022), mengakibatkan 17 orang hilang

NEWS | 7 Agustus 2022

Ulama di Jawa Barat Doakan Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Sahabat Ganjar bersama ulama, ustaz, dan ustazah di Jawa Barat mendoakan Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024. 

NEWS | 7 Agustus 2022

Berangkat dari Masjid Sunda Kelapa, Gerindra dan PKB Akan Daftar Bareng ke KPU

Masjid Sunda Kelapa menjadi titik keberangkatan kader Gerindra dan PKB untuk bersama melakukan pendaftaran parpol calon peserta Pemilu 2024 di KPU, besok.

NEWS | 7 Agustus 2022

Twitter Diretas, 5 Juta Data Pribadi Pengguna Mungkin Bocor

Twitter diretas dan data pribadi lima juta penggunanya mungkin bocor. Sistem bug memungkinkan peretas mencuri data pribadi

NEWS | 7 Agustus 2022

Boyamin MAKI Ungkap Sumber Kisruh Kasus LNG Pertamina

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman membocorkan kasus dugaan korupsi pembelian liquefied natural gas (LNG) di PT Pertamina. 

NEWS | 7 Agustus 2022

Moeldoko: Rapatkan Barisan, Negara Sedang Hadapi Ujian Berat

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan negara sedang menghadapi ujian berat, yakni ancaman krisis pangan, energi, dan ketidakpastian global.

NEWS | 7 Agustus 2022

Ukraina Peringatkan Bahaya Bom Atom di Pembangkit Nuklir

Ukraina memperingatkan bahaya bom atom di pembangkit listrik tenaga nuklir (NPP) Zaporizhzhia pada Jumat (5/8/2022).

NEWS | 7 Agustus 2022


TAG POPULER

# Ferdy Sambo


# Bharada E


# Polisi Tembak Polisi


# Liga Inggris


# Man City


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Badai Pasir Landa Madinah, Jemaah Haji Indonesia Dipastikan Aman

Badai Pasir Landa Madinah, Jemaah Haji Indonesia Dipastikan Aman

NEWS | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings