Logo BeritaSatu

PM Narendra Modi Desak Kemandirian Industri Pertahanan India

Kamis, 21 Juli 2022 | 09:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- Perdana Menteri Narendra Modi desak kemandirian industri pertahanan India. Seperti dilaporkan RT, Selasa (19/7/2022), Modi menyebut India sedang berusaha membangun ekosistem pertahanan yang sama sekali baru.

Dalam satu seminar yang diselenggarakan oleh Naval Innovation and Indigenization Organization (NIIO) dan Society of Indian Defence Manufacturers (SIDM), Modi mengatakan secara drastis, India ingin mengurangi ketergantungannya pada pasokan senjata asing dan akhirnya berubah menjadi pengekspor utama senjata modern.

“Kami mengembangkan kebiasaan bergantung pada negara asing bahkan untuk produk yang paling sederhana. Seperti pecandu narkoba, kami kecanduan produk impor dari luar negeri,” kata Modi seperti dikutip kantor berita ANI.

Modi mengatakan bahwa pemerintahnya memulai misi”untuk “mengubah pola pikir ini” pada tahun 2014. Sejak itu, Modi tidak hanya meningkatkan anggaran pertahanan India, tetapi memastikan bahwa sebagian besar darinya dialihkan ke pengembangan ekosistem manufaktur pertahanan di negara itu sendiri.

“Saat ini, sebagian besar anggaran yang dialokasikan untuk pembelian alutsista dihabiskan untuk pengadaan dari perusahaan India. Dalam empat-lima tahun terakhir, impor pertahanan kita turun sekitar 21%. Hari ini kami bergerak cepat dari importir pertahanan terbesar menjadi eksportir besar,” katanya.

Sambil memuji Angkatan Laut India karena terus meningkatkan kemandirian, Modi mengatakan bahwa “tujuannya adalah untuk membawa pertahanan India ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada saat kita merayakan 100 tahun Kemerdekaan.”

“Ketika India memantapkan dirinya di panggung global, ada serangan konstan melalui informasi yang salah, disinformasi, dan publisitas palsu. Pertahanan nasional tidak lagi terbatas pada perbatasan, tetapi jauh lebih luas,” tambahnya.

Terlepas dari kebijakan New Delhi untuk mengurangi ketergantungannya pada pasokan asing dengan mengembangkan sektor pertahanan domestik dan mendiversifikasi impor senjata, Rusia tetap menjadi mitra utama. Rusia memenuhi hampir setengah dari kebutuhan alutsista dalam lima tahun terakhir.

Rusia telah lama menjadi pemasok utama senjata ke India, terutama sistem senjata yang lebih kompleks termasuk jet tempur dan kapal selam serang. Setidaknya sejak tahun 2000-an, Rusia telah menjadi penjual senjata teratas ke New Delhi, dengan pengecualian tahun lalu, ketika Prancis memimpin.

Amerika Serikat (AS), Israel, dan Inggris juga termasuk di antara pemasok utama. Awal tahun ini, pemerintah AS diduga berusaha merayu India untuk memperlambat kerja sama pertahanannya dengan Rusia. AS menawarkan paket bantuan militer kepada New Delhi yang dapat bernilai hingga US$500 juta (Rp 7,5 triliun), menurut Bloomberg.

Washington juga menolak menjatuhkan sanksi terhadap India karena membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia yang canggih. Ini kontras dengan perlakuannya terhadap Tiongkok dan bahkan sekutu NATO Turki, yang sama-sama terkena sanksi karena membeli senjata yang sama.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat untuk mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

NEWS | 3 Oktober 2022

Anies Capres, Ridwan Kamil Ucapkan Selamat sebagai Sahabat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres yang diusung Partai Nasdem.

NEWS | 3 Oktober 2022

DPR Pilih 9 Komisioner Komnas HAM, Ini Daftarnya

Komisi III DPR telah memilih sembilan komisioner Komnas HAM periode 2022-2027, Senin (3/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Usut Tragedi Kanjuruhan, Itsus dan Propam Periksa 18 Polisi

Inspektorat Khusus (Itsus) dan Divisi Propam Polri memeriksa 18 anggota Polri berkaitan dengan tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Polri Dalami Penggunaan Gas Air Mata

Polri saat ini tengah mendalami penerapan prosedur tetap (protap) pengunaan gas air mata untuk membubarkan massa di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Andika Akan Sanksi Pidana Oknum Prajurit TNI yang Diduga Tendang Suporter

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan oknum prajurit TNI yang diduga menendang suporter dalam tragedi Kanjuruhan, bakal disanksi pidana.

NEWS | 3 Oktober 2022

Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi Rp 86,5 Triliun Surya Darmadi Dilanjutkan

Eksepsi atau keberatan bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat.

NEWS | 3 Oktober 2022

Evaluasi Total Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Minta Menpora Panggil PSSI

Menko Polhukam Mahfud MD meminta Menpora Zainudin Amali untuk segera memanggil Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

NEWS | 3 Oktober 2022

Elektabilitas Puan Meningkat, Serangan Buzzer Tak Berpengaruh

Elektabilitas Puan Maharani berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, terus meningkat.

NEWS | 3 Oktober 2022

Surya Paloh Beri Otoritas Penuh kepada Anies Tentukan Cawapres

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan otoritas penuh kepada Anies Baswedan untuk memilih sendiri calon wakil presiden (cawapres).

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

NEWS | 41 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings