Logo BeritaSatu

Wanita Suku Minoritas Terpilih Jadi Presiden India

Jumat, 22 Juli 2022 | 07:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- Seorang wanita dari suku minoritas India, Droupadi Murmu, terpilih sebagai presiden negara itu pada Kamis (21/7/2022). Seperti dilaporkan AFP, dengan dukungan partai yang berkuasa, Murmu menjadi orang pertama dari komunitas minoritas yang menduduki jabatan teratas India.

Murmu, yang berasal dari suku Santhal, mengamankan sebagian besar posisi seremonial dengan dukungan lebih dari setengah pemilih anggota parlemen dan legislator negara bagian. Hal itu tergambar dari hasil parsial yang dirilis oleh Komisi pemilihan.

Murmu, 64 tahun, dinominasikan oleh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi untuk jabatan tersebut.

Di Twitter, Modi mencuit untuk memberi selamat kepada Murmu, mengatakan "keberhasilannya yang patut dicontoh memotivasi setiap orang India".

"Dia telah muncul sebagai secercah harapan bagi warga kita, terutama yang miskin, terpinggirkan dan tertindas," kattanya.

Saingan terdekat Murmu, Yashwant Sinha yang didukung oposisi yakni mantan anggota BJP dan mantan menteri keuangan dan luar negeri, juga mencuit ucapan selamatnya.

"India berharap bahwa sebagai Presiden Republik ke-15 dia berfungsi sebagai penjaga Konstitusi tanpa rasa takut atau bantuan," tulis Sinha.

Murmu akan menjadi presiden wanita kedua di India setelah Pratibha Patil, yang menjabat selama lima tahun sejak 2007, dan menggantikan Ram Nath Kovind, presiden kedua dari komunitas Dalit, bagian bawah sistem kasta Hindu.

Lahir di distrik Mayurbhanj di negara bagian Odisha timur, Murmu sang presiden terpilih memulai karir sebagai guru sekolah sebelum bergabung dengan politik. Dia telah memegang posisi menteri di pemerintahan negara bagian, dan menjadi gubernur negara bagian tetangga Jharkhand.

"Sebagai seorang wanita suku dari distrik terpencil Mayurbhanj, saya tidak berpikir untuk menjadi kandidat untuk posisi teratas," kata Murmu kepada wartawan segera setelah pencalonannya bulan ini.

Kemenangan Murmu dianggap satu kepastian karena kekuatan BJP yang berkuasa dan sekutunya di parlemen dan majelis negara bagian.

Tetapi jabatan itu sebagian besar bersifat seremonial dan pemilihannya diperkirakan tidak akan membuat perbedaan praktis yang signifikan bagi komunitas suku, yang telah lama terdegradasi ke pinggiran masyarakat.

"Kami telah berjuang untuk hak-hak suku sejak tahun 90-an. Apa pun agenda BJP ... harus menempatkan politisi dari komunitas suku di jabatan Presiden, dia hanya akan bisa melakukan apa saja jika dia diizinkan menggunakan penanya," ujar aktivis Dayamani Barla kepada AFP.

Perdana menteri dan kabinet memegang kekuasaan eksekutif di India, meskipun kepala negara dapat mengirimkan kembali beberapa rancangan undang-undang parlemen untuk dipertimbangkan kembali dan juga membantu dalam proses pembentukan pemerintahan.

"Duduk di kursi bukanlah masalah besar karena memiliki kekuatan untuk benar-benar menggunakan posisi Anda," kata Barla.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kerja Sama Politik PKB dengan PDIP Masih Tahap Komunikasi

Kerja sama politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan PDI Perjuangan (PDIP) masih tahap komunikasi awal.

NEWS | 25 September 2022

DPR: Penolakan Banding Sambo Bukti Keseriusan Polri

Nasir Djamil menilai penolakan banding Irjen Ferdy Sambo atas sanksi pemecatan tidak dengan hormat, menunjukkan keseriusan Polri menyikapi harapan publik.

NEWS | 25 September 2022

Perubahan Jam Kerja di DKI, Bogor Ingin Ada Kajian Bersama

Pemkot Bogor ingin ada kajian bersama dengan daerah penyangga terkait rencana perubahan jam kerja sebagai upaya mengatasi kemacetan di DKI.

NEWS | 25 September 2022

Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Guncang Melonguane Sulawesi Utara

Gempa bumi dengan magnitudo 5,5 yang mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara itu terjadi pukul 18.16.33 WIB.

NEWS | 25 September 2022

MAKI: Lukas Enembe Cukup Sehat Jalani Pemeriksaan KPK

MAKI menilai Gubernur Papua Lukas Enembe cukup sehat sehingga dapat menjalani pemeriksaan yang diagendakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 25 September 2022

Tak Masuk Prolegnas, Ini Pasal Kontroversial RUU Sisdiknas

RUU Sisdiknas batal masuk dalam Prolegnas prioritas tahun 2022, berikut berbagai pasal kontroversial yang tercantum di dalamnya.

NEWS | 25 September 2022

Kasus Lukas Enembe, KSP Tegaskan Tak Ada Kaitan dengan Politik

Tenaga Ahli Utama KSP Theo Litaay menegaskan kasus Lukas Enembe murni kasus hukum dan tak ada kaitannya dengan masalah politik.

NEWS | 25 September 2022

Cerita Rektor UGM Saat Jadi Mahasiswa Almarhum Samekto

Rektor UGM Ova Emilia menceritakan kisahnya saat masih menjadi mahasiswa almarhum Samekto Wibowo. 

NEWS | 25 September 2022

Mendag Zulhas Usulkan Rp 100 Triliun Serap Hasil Petani

Mendag Zulkifli Hasan mengusulkan anggaran sebesar Rp 100 triliun per tahun untuk menyerap komoditas bahan pokok hasil para petani.

NEWS | 25 September 2022

32 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Minggu (25/9/2022) tersisa 32 orang.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kerja Sama Politik PKB dengan PDIP Masih Tahap Komunikasi

Kerja Sama Politik PKB dengan PDIP Masih Tahap Komunikasi

NEWS | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings