4963719 Atasi HIMARS, Rusia Kembangkan Taktik Baru di Ukraina
Logo BeritaSatu

Atasi HIMARS, Rusia Kembangkan Taktik Baru di Ukraina

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:54 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Rusia sedang mengembangkan taktik baru untuk mengatasi dampak Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) yang dipasok Amerika Serikat (AS). Seperti dilaporkan Newsweek, Kamis (11/8/2022), pejabat Ukraina mengatakan HIMARS telah membuat pasukan Rusia dalam keadaan putus asa.

Oleksiy Danilov, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, mengatakan kepada Sky News dalam satu wawancara yang diterbitkan Kamis bahwa taktik baru ini disebut sebagai "dispersi."

"Mereka sekarang mengurangi penumpukan amunisi dan sebagainya. Tapi itu tidak membantu mereka," katanya.

HIMARS AS di Ukraina, 16 unit di antaranya telah dikirim ke negara yang dilanda perang sejauh ini. HIMARS telah mendapat perhatian dalam beberapa pekan terakhir karena keberhasilan dilaporkan dalam serangan terhadap Rusia.

Lusinan depot amunisi Rusia termasuk di antara target yang dilaporkan dihancurkan Ukraina, menjelaskan mengapa Rusia mungkin mencoba untuk membubarkan amunisinya.

Newsweek tidak dapat secara independen memverifikasi taktik baru Rusia untuk melawan serangan HIMARS. Kementerian pertahanan Rusia dan Ukraina telah dihubungi untuk konfirmasi dan komentar.

Menurut pabrikan HIMARS Lockheed Martin, sistem tersebut memiliki jangkauan "yang diakui dan terbukti" hingga 300 kilometer, setara dengan sekitar 186 mil, dan dapat menghasilkan "serangan presisi jarak jauh yang cepat." Perusahaan menyatakan bahwa amunisi dalam pengembangan akan dapat menawarkan jangkauan yang lebih besar dari 499 kilometer, sekitar 310 mil, pada masa depan.

Kepada Sky News, Danilov mengatakan bahwa tentara Rusia "takut" dengan senjata tersebut.

"Pertama, mereka tidak tahu dari mana rudal itu akan terbang, mereka tidak bisa mencegatnya. Mereka jatuh ke kondisi kebingungan," katanya.

"Keberhasilan Ukraina dengan HIMARS adalah 'tak terduga' untuk Rusia, dan roket itu telah mendapatkan begitu banyak ketenaran dalam perang bahwa akronim adalah sinonim untuk kata 'kematian," kata Danilov.

Pejabat AS dan Ukraina telah berulang kali menggembar-gemborkan efektivitas HIMARS terhadap target Rusia.

Paket bantuan keamanan AS terbaru ke Ukraina, yang bernilai US$ 1 miliar (Rp 14,6 triliun), termasuk amunisi HIMARS tambahan.

Dalam rilis Pentagon pada Senin yang merinci isi paket, Colin Kahl, wakil menteri pertahanan untuk kebijakan, menjelaskan bahwa Ukraina telah berhasil memanfaatkan jenis amunisi HIMARS, Sistem Roket Peluncuran Berganda Terpandu (GMLRS), melawan Rusia.

"Amunisi itu sendiri, GMLRS ini memiliki efek yang sangat besar. Ini adalah hulu ledak seberat 200 pon, ini setara dengan serangan udara, sejujurnya—serangan udara berpemandu presisi. Ini adalah amunisi berpemandu GPS. Mereka sangat efektif dalam menghantam benda-benda yang sebelumnya sulit dipukul dengan andal oleh Ukraina,” ujar Kahl.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat untuk mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

NEWS | 3 Oktober 2022

Anies Capres, Ridwan Kamil Ucapkan Selamat sebagai Sahabat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres yang diusung Partai Nasdem.

NEWS | 3 Oktober 2022

DPR Pilih 9 Komisioner Komnas HAM, Ini Daftarnya

Komisi III DPR telah memilih sembilan komisioner Komnas HAM periode 2022-2027, Senin (3/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Usut Tragedi Kanjuruhan, Itsus dan Propam Periksa 18 Polisi

Inspektorat Khusus (Itsus) dan Divisi Propam Polri memeriksa 18 anggota Polri berkaitan dengan tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Polri Dalami Penggunaan Gas Air Mata

Polri saat ini tengah mendalami penerapan prosedur tetap (protap) pengunaan gas air mata untuk membubarkan massa di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Andika Akan Sanksi Pidana Oknum Prajurit TNI yang Diduga Tendang Suporter

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan oknum prajurit TNI yang diduga menendang suporter dalam tragedi Kanjuruhan, bakal disanksi pidana.

NEWS | 3 Oktober 2022

Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi Rp 86,5 Triliun Surya Darmadi Dilanjutkan

Eksepsi atau keberatan bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat.

NEWS | 3 Oktober 2022

Evaluasi Total Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Minta Menpora Panggil PSSI

Menko Polhukam Mahfud MD meminta Menpora Zainudin Amali untuk segera memanggil Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

NEWS | 3 Oktober 2022

Elektabilitas Puan Meningkat, Serangan Buzzer Tak Berpengaruh

Elektabilitas Puan Maharani berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, terus meningkat.

NEWS | 3 Oktober 2022

Surya Paloh Beri Otoritas Penuh kepada Anies Tentukan Cawapres

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan otoritas penuh kepada Anies Baswedan untuk memilih sendiri calon wakil presiden (cawapres).

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings