Logo BeritaSatu

Pembatasan Ekspor Beras India Melumpuhkan Perdagangan Asia

Selasa, 13 September 2022 | 10:02 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Mumbai, Beritasatu.com- Pembatasan ekspor beras India telah melumpuhkan perdagangan di Asia. Seperti dilaporkan Reuters, Senin (12/9/2022), para pembeli mencari pasokan alternatif dari Vietnam, Thailand, dan Myanmar di mana penjual menunda kesepakatan karena harga naik.

India, pengekspor biji-bijian terbesar di dunia, melarang pengiriman beras pecah dan mengenakan bea 20 persen untuk ekspor berbagai jenis lainnya pada hari Kamis. India mencoba untuk meningkatkan pasokan dan menenangkan harga setelah curah hujan monsun di bawah rata-rata membatasi penanaman.

Beras adalah komoditas terbaru dari serangkaian komoditas yang menghadapi pembatasan ekspor tahun ini. Pemerintah India berjuang untuk meningkatkan pasokan dan memerangi inflasi di tengah gangguan perdagangan yang dipicu oleh perang Ukraina.

Harga beras telah melonjak 5 persen di Asia sejak pengumuman India dan diperkirakan akan naik lebih lanjut minggu ini sehingga membuat pembeli dan penjual tidak bergerak.

"Perdagangan beras lumpuh di seluruh Asia. Pedagang tidak ingin melakukan apa pun dengan tergesa-gesa," kata Himanshu Agarwal, direktur eksekutif Satyam Balajee, eksportir beras terbesar di India.

"India menyumbang lebih dari 40 persen pengiriman global. Jadi, tidak ada yang yakin berapa banyak harga akan naik dalam beberapa bulan mendatang," tambah Agarwal.

Beras adalah makanan pokok bagi lebih dari 3 miliar orang, dan ketika India melarang ekspor pada 2007, harga global melonjak ke rekor tertinggi sekitar US$1.000 (Rp 14,8 juta) per ton.

Ekspor beras India mencapai rekor 21,5 juta ton pada tahun 2021, lebih dari pengiriman gabungan dari empat eksportir biji-bijian terbesar dunia berikutnya: Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Amerika Serikat.

Pemuatan beras telah berhenti di pelabuhan-pelabuhan India dan hampir satu juta ton biji-bijian terperangkap di sana karena pembeli menolak untuk membayar pajak ekspor baru sebesar 20 persen dari pemerintah di atas harga kontrak yang disepakati.

“Meskipun ada beberapa pembeli yang siap membayar harga yang lebih tinggi untuk kontrak baru, pengirim saat ini sedang memilah kontrak yang tertunda,” kata Nitin Gupta, wakil presiden untuk bisnis beras Olam India.

Ketika eksportir India berhenti menandatangani kontrak baru, kata dealer, pembeli berusaha mengamankan pasokan dari saingannya Thailand, Vietnam dan Myanmar, yang telah menaikkan harga 5 persen beras pecah menjadi sekitar US$20 (Rp 297.147) per ton dalam empat hari terakhir.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Konsolidasi Nasional Jelang Pemilu 2024, KPU Gelar Jalan Sehat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara jalan sehat sebagai upaya konsolidasi nasional jelang Pemilu 2024. 

NEWS | 3 Desember 2022

Warga dan Petugas Damkar Lebak Tangkap Ular Piton Panjang 3 Meter

Warga dan petugas pemadam kebakaran (damkar) Lebak, menangkap ular piton sepanjang 3 meter, Sabtu (3/12/2022) dini hari.

NEWS | 3 Desember 2022

Jokowi Hadiri Acara Puncak HUT Ke-77 PGRI dan HGN 2022

Acara puncak peringatan HUT ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2022 dihadiri Presiden Jokowi.

NEWS | 3 Desember 2022

Pernyataan Benny Rhamdani soal Siap Perang Dinilai Harus Dilihat Utuh

Efriza menilai pihak-pihak mempersoalkan diksi siap perang dan menyerang Benny Rhamdani saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu berlebihan.

NEWS | 3 Desember 2022

8 Pemprov Desak RUU Daerah Kepulauan Disahkan pada 2023

Delapan pemerintah provinsi (pemprov) mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang sudah masuk Prolegnas agar disahkan pada 2023.

NEWS | 3 Desember 2022

DPR Optimistis Yudo Margono Mampu Pimpin TNI secara Profesional

Anggota Komisi I DPR Christina Aryani menyampaikan selamat kepada Laksamana TNI Yudo Margono yang sudah mendapat persetujuan sebagai Panglima TNI.

NEWS | 3 Desember 2022

Soal Calon Kasal, Laksamana Yudo Margono: Rahasia

Calon Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono belum dapat mengungkapkan calon Kepala Staf Angkata Laut (Kasal) yang akan menggantikannya. 

NEWS | 3 Desember 2022

Paripurna DPR Pengesahan Yudo Margono sebagai Panglima TNI Digelar Selasa

DPR bakal menggelar rapat paripurna untuk mengesahkan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI pada Selasa (6/12/2022).

NEWS | 3 Desember 2022

Akhir Pekan, Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan pada Siang hingga Sore

Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat pada akhir pekan ini, Sabtu (3/12/2022).

NEWS | 3 Desember 2022

Top 5 News: Percepatan Vaksin Booster, Visi Yudo Margono hingga Tembok CIMB Finance Roboh

Booster vaksin Covid-19 perlu dipercepat dan tembok CIMB Niaga Finance roboh merupakan dua dari lima berita terpopuler (top 5 news) Beritasatu.com.

NEWS | 3 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Konsolidasi Nasional Jelang Pemilu 2024, KPU Gelar Jalan Sehat

Konsolidasi Nasional Jelang Pemilu 2024, KPU Gelar Jalan Sehat

NEWS | 16 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE