Logo BeritaSatu

Apa Bahaya Gas Air Mata? Ini Penjelasan Prof Tjandra Yoga

Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:54 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi yang juga Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan ada lima hal tentang gas air mata dan bahaya ataupun efeknya yang perlu diketahui.

Pertama, kata Tjandra Yoga, beberapa bahan kimia yang digunakan pada gas air mata dapat saja dalam bentuk chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), dan dibenzoxazepine (CR).

"Kedua, secara umum dapat menimbulkan dampak pada kulit, mata, dan paru serta saluran napas," kata Tjandra Yoga dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com, Minggu (2/9/2022).

Ketiga, lanjut Tjandra Yoga, gejala akutnya di paru dan saluran napas dapat berupa dada berat, batuk, tenggorokan seperti tercekik, batuk, bising mengi, dan sesak napas.

"Pada keadaan tertentu dapat terjadi gawat napas (respiratory distress). Masih tentang dampak di paru, mereka yang sudah punya penyakit asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), maka kalau terkena gas air mata dapat terjadi serangan sesak napas akut yang bukan tidak mungkin berujung di gagal napas (respiratory failure)," kata Tjandra Yoga.

Keempat, selain di saluran napas, maka gejala lain adalah rasa terbakar di mata, mulut dan hidung. Lalu dapat juga berupa pandangan kabur dan kesulitan menelan. "Juga dapat terjadi semacam luka bakar kimiawi dan reaksi alergi," katanya.

Kelima, walaupun dampak utama gas air mata adalah dampak akut yang segera timbul, ternyata pada keadaan tertentu dapat terjadi dampak kronik berkepanjangan. "Hal ini terutama kalau paparan berkepanjangan, dalam dosis tinggi dan apalagi kalau di ruangan tertutup," kata Tjandra Yoga.

Sebagaimana diketahui, aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata pada tragedi Kanjuruhan pascapertandingan antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas. Banyaknya suporter yang pingsan, membuat kepanikan di area stadion. Sementara para suporter yang membutuhkan bantuan medis tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Libur Nataru, Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Wisata Dalam Negeri

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk melakukan wisata dalam negeri saat libur nataru.

NEWS | 6 Desember 2022

Kuat Ma'ruf Mengaku Sempat Takut Ditembak Ferdy Sambo

Kuat Ma'ruf mengaku sempat takut ditembak Ferdy Sambo saat terjadinya pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

NEWS | 5 Desember 2022

Komisi III Minta Polisi Tindak Tegas dan Berantas Gangster

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas dan memberantas gangster.

NEWS | 5 Desember 2022

Tak Bisa Hadiri Pernikahan Kaesang-Erina, Gus Miftah Minta Maaf

Pendakwah Gus Miftah menyatakan permohonan maafnya karena tak bisa hadir dalam acara resepsi pernikahan yang akan digelar pasangan Kaesang-Erina.

NEWS | 5 Desember 2022

Erupsi Semeru, Penerbangan di Bandara Lombok Tak Terdampak

Aktivitas penerbangan di Bandara Lombok, NTB hingga saat ini tidak terdampak erupsi Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

NEWS | 6 Desember 2022

Ubah Keterangan, Ricky Rizal Sebut Ferdy Sambo Tak Gunakan Sarung Tangan

Ricky Rizal mengubah keterangan bahwa terdakwa Ferdy Sambo tidak menggunakan sarung tangan ketika terjadi penembakan terhadap Brigadir J.

NEWS | 5 Desember 2022

Ganjar Targetkan 100 Persen Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jateng

Saat ini ada sekitar 103 MPP di Indonesia dan 22 di antaranya di area Jateng. Ditargetkan, sebanyak 13 wilayah di Jateng akan punya MPP tidak lama lagi.

NEWS | 5 Desember 2022

PMI Dirikan 500 Huntara untuk Warga Korban Gempa Cianjur

PMI membangun hunian sementara (huntara) bagi korban gempa Cianjur di tiga desa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

NEWS | 6 Desember 2022

Hadapi Potensi Gempa, BNPB: Fasum dan Fasos Perlu Diperkuat

BNPB) mengimbau agar fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) perlu diperkuat untuk menghadapi potensi gempa.

NEWS | 6 Desember 2022

Erupsi Semeru, PLN Salurkan Bantuan Logistik dan Layanan Kesehatan

PLN menyalurkan bantuan logistik dan layanan kesehatan kepada warga yang terdampak bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru.

NEWS | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Erupsi Semeru


# Rizky Febian


# Bahlil Lahadalia


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Imbang 1-1, Jepang vs Kroasia Berlanjut Babak Tambahan

Imbang 1-1, Jepang vs Kroasia Berlanjut Babak Tambahan

SEMESTA BOLA 2022 | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE